Program "Double Degree" Tingkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia-Jerman

Minggu, 27 April 2008 05:41 WIB | 1787 Views

Berita Terkait
London (ANTARA News) - Atase Pendidikan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin (Jerman), Prof. Dr. Agus Rubiyanto, mengatakan bahwa kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia akan dapat ditingkat dan setara dengan Universitas yang ada di Jerman dengan diterapkannya program Double Degree.

"Beberapa mahasiswa yang mengikuti program Double Degree ini menunujukkan kualitas yang dapat dibanggakan dan mendapatkan respon positif dari rekanan universitas Jerman," ujar Agus Rubiyanto ketika dihubungi koresponden ANTARA News di London (Inggris), Zeynitta Gibbons.

Dikatakannya, minat mengembangkan program ini antara universitas di Indonesia dengan Jerman tidak hanya dikembangkan untuk universitas negeri, tetapi juga dengan universitas swasta yang memiliki prasarana pendidikan dan penelitian yang sudah bagus.

Beberapa universitas di Indonesia telah melakukan kerjasama Double Degree dengan universitas Jerman, diantaranya Universitas Indonesia (UI) dengan Universitas Duisburg-Essen untuk Program Master of Science (MSc.) Informatika, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) SUrabaya dengan Universitas Applied Science Darmstadt untuk Program MSc. Elektronika.

Selain itu, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS-ITS) dengan Berufsakademie Tettnang untuk Program Bachelor of Science (BSc.) Elekronika dan Mekatronika serta Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Technical Universitas Karlsruhe untuk bidang geofisika.

Agus juga menjelaskan mengenai keikutsertaan KBRI Berlin dalam pameran pendidikan yang diadakan di Gedung Kebudayaan Rusia (Russisches Haus der Wissenschaft und Kultur) di Berlin.

Pameran pendidikan "International Fair for Higher and Continuing Education" yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya, berlangsung selama dua hari mulai 25 Mei. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Riset Federal Jerman (BMBF) bersama Lembaga Pertukaran Akademis Jerman (DAAD).

Pameran yang bertema StudyWorld 2008 itu diikuti sebanyak 208 peserta, terdiri atas beberapa Universitas di Swedia, Finlandia, Estonia, Prancis, Jepang, Selandia Baru, Austria, Inggris, dan Jerman, serta KBRI Berlin dan Kedutaan Besar Kanada.

Agus mengatakan, pameran itu merupakan ajang internasional untuk studi, praktikum dan pendidikan akademis lanjutan, serta Indonesia menampilkan profil perguruan tinggi yang dibuat Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

(*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Hasil UN bisa jadi dasar penerimaan siswa baru

Hasil UN bisa jadi dasar penerimaan siswa baruHasil Ujian Nasional (UN) bisa jadi dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau dasar ...

Malaysia pulangkan 97 TKI bermasalah via Nunukan

Malaysia pulangkan 97 TKI bermasalah via NunukanPemerintah Kerajaan Malaysia memulangkan 97 tenaga kerja Indonesia (TKI) melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ...

Waktu tunggu haji capai 20 tahun

Waktu tunggu haji capai 20 tahunDirektur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu mengatakan, waktu tunggu haji di beberapa daerah di ...