Tujuh Organisasi Koperasi Asean Sepakat Berintegrasi Ekonomi

Senin, 28 April 2008 01:34 WIB | 2066 Views

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak tujuh organisasi koperasi di negara-negara ASEAN yang menjadi anggota ASEAN Cooperative Organization (ACO) sepakat untuk merintis langkah integrasi ekonomi di kawasan itu.

"Kita menyiapkan langkah-langkah untuk integrasi ekonomi ASEAN pada 2015," kata Presiden ACO Adi Sasono di Jakarta akhir pekan ini.

Anggota delegasi dari tujuh organisasi koperasi ASEAN di mana Indonesia diwakili oleh Dekopin menggelar ACO Standing Committe Meeting di Jakarta, Sabtu (26/4).

Pertemuan tersebut dibuka Presiden ACO, Adi Sasono yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dengan dihadiri utusan dari masing-masing organisasi.

Ketujuh organisasi koperasi ASEAN yang mengirim utusannya adalah Dekopin, Angkasa (Malaysia), Filipina, Timor Leste, Thailand, Singapura dan Vietnam.

Timor Leste meski belum menjadi anggota ASEAN tapi sejak pertemuan ACO di Bandung akhir tahun lalu telah ikut menjadi bagian dari ACO. Demikian juga dengan Vietnam.

Adi Sasono yang terpilih menjadi Presiden ACO dalam pertemuan ACO di Bandung akhir tahun lalu mengatakan, pertemuan atau sidang ACO ini membahas berbagai hal untuk disampaikan dalam Pertemuan ACO di Bangkok, Thailand, Juli mendatang.

Selain itu juga dipaparkan cetak biru Ekonomi ASEAN dan kemajuan dari program ACO yang telah digariskan dalam konperensi ACO di Bandung.

Ketika itu, kata Adi, beberapa anggota ACO telah memperoleh tugas untuk menjalankan program sesuai dengan kompetensi negara masing-masing.

Indonesia sendiri mendapat tugas untuk mengembangkan "Information and Communication Technology" (ICT), Malaysia di bidang pendidikan dan pelatihan, Filipina soal keuangan mikro, dan Thailand sesuai dengan keahliannya di bidang pertanian dan perikanan.

Beberapa isu penting yang menjadi pokok pembahasan lainnya adalah soal iuran tahunan dari anggota yang selama ini belum berjalan mulus. (*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden Freeport

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden FreeportMenteri Keuangan Chatib Basri meminta Kementerian BUMN untuk tetap menagih deviden PT Freeport Indonesia sebesar Rp1,5 ...