Silakan Tangkap Orang Berpistol dalam Insiden Monas, Kata Polisi

Kamis, 19 Juni 2008 14:35 WIB | 815 Views

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana, mempersilakan siapa saja, termasuk aktivis Forum Umat Islam dan Front Pembela Islam (FPI), untuk ikut menangkap orang yang diduga membawa pistol dalam insiden Monas, 1 Juni 2008.

"Kalau memang ada yang mengetahui keberadaan orang yang disebut-sebut membawa pistol, langsung saja ditangkap. Tidak harus polisi yang menangkap kok," katanya di Jakarta, Kamis.

Dikatakanya, semua warga negara mempunyai hak yang sama untuk menangkap siapa saja yang berbuat kriminal.

"Yang tidak boleh adalah menghakimi seseorang setelah menangkap. Begitu tertangkap, ya harus diserahkan ke polisi untuk diproses hukum. Masyarakat tidak berhak memproses hukum sendiri," katanya.

Menurut dia, Polda Metro belum berhasil menangkap orang itu karena identitasnya belum dapat dikenali.

"Maunya sih, kami tangkap secepatnya, tetapi bagaimana menangkapnya kalau keberadaan orangnya sendiri belum jelas," katanya.

Sebelumnya, Sekjen Forum Umat Islam, Muhammad Al Alkhathath, menyatakan kecewa atas lambannya Polda Metro menangkap orang yang membawa pistol.

Polisi, katanya, tidak adil sebab begitu menangani kasus FPI maka bertindak cepat, namun terhadap pihak lain sangat lamban.

Dalam insiden Monas itu, belasan aktivis anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) luka-luka akibat diserang massa FPI.

Polda Metro Jaya telah menahan sembilan tersangka, termasuk Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Panglima Komando Laskar Islam, Munarman.

Namun, pihak FPI melaporkan balik kasus ini sehingga polisi pun juga memproses dengan memanggil para aktivis AKKBB, namun hingga kini belum satupun yang diperiksa.

Polda Metro pernah memanggil tiga tokoh AKKBB, namun mereka mangkir. (*)

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Salon di Hari Kartini diserbu siswa

Salon di Hari Kartini diserbu siswaPada Hari Kartini 21 April 2014 sejumlah salon rias kecantikan di Cirebon, Jawa Barat, diserbu siswa karena mereka ...

Rizal Ramli didaulat orasi tolak akuisisi BTN

Rizal Ramli didaulat orasi tolak akuisisi BTNRencana Pemerintah mengalihkan saham PT Bank BTN Tbk kepada PT Bank Mandiri Tbk mendapat kritik dari mantan Menko ...

Perayaan Paskah di Kupang khidmat

Perayaan Paskah di Kupang khidmatPerayaan Paskah mengenang kebangkitan Kristus di gereja-gereja dalam Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ...