Wayang Krucil Bojonegoro Hampir Punah

Selasa, 24 Juni 2008 09:26 WIB | 1763 Views

Berita Terkait
Bojonegoro, (ANTARA News) - Kesenian wayang Krucil di Bojonegoro, Jawa Timur, hampir punah karena dalang dan seniman pembuat wayang Krucil di Bojonegoro kini semakin langka.

"Sudah 30 tahun lebih tidak ada pergelaran wayang Krucil di masyarakat," kata pimpinan sanggar seni Widoro Kandang Bojonegoro, Ki Djoko kepada ANTARA di Bojonegoro, Selasa.

Ia menyatakan sudah 30 tahun tidak lagi menyaksikan pergelaran wayang Krucil di Bojonegoro dan juga di daerah sekitarnya seperti Tuban.

Padahal, katanya, lakon dan teknis pementasan wayang Krucil sama dengan wayang kulit, karena bentuk wayang krucil memang mengadopsi ketokohan dalam wayang Kulit.

Bedanya, wayang kulit terbuat dari kulit sedangkan wayang Krucil dibuat dari kayu, biasanya kayu randu.

"Sudah 30 tahun ini, saya tidak tidak tahu, ada dalang wayang Krucil di Bojonegoro. Seniman pembuat wayang Krucil memang ada yaitu Pak Santoso, dia juga seniman pembuat wayang Tengul," katanya.

Menurut Ki Djoko, sekitar 30 tahun yang lalu pementasan wayang Krucil masih dijumpai. Pengundangnya bukan masyarakat melainkan aparat desa dalam rangka memeriahkan gotong royong yang biasa disebut "bersih desa".

Ki Djoko mengaku semasa dirinya menjabat sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bojonegoro, di era 1980-an hingga tahun 1995, pernah berusaha mementaskan pergelaran wayang Krucil dengan mengambil dalang di wilayah Kecamatan Tambakrejo.

"Tapi pergelaran itu selalu batal. Alasannya, keyakinan para dalang wayang Krucil untuk menghindari bencana harus berjalan kaki dari lokasi tinggal hingga lokasi pentas yang dilakukan mulai dari pengrawit, dalang, hingga wayangnya," katanya.

Ki Djoko mengaku kesenian wayang Krucil yang disebut-sebut kesenian khas Bojonegoro selain wayang Tengul sekarang ini mendekati punah, baik dalang yang menekuni juga seniman pembuatnya.

"Karena itu, saya berharap semua pihak cepat-cepat menangani, terutama pemerintah daerah. Kalau tidak, saya yakin dalam beberapa tahun lagi, Bojonegoro akan kehilangan sebuah kesenian khas," katanya.

Di Bojonegoro, wayang Krucil bisa dijumpai di Museum Rajekwesi yang berada di kompleks Kantor Diknas Bojonegoro.

Menurut penjaga Museum Rajekwesi dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto, Agus Sunarno, enam wayang Krucil yang tersimpan di museum selama ini sering keluar museum untuk pameran.

"Karena terkena hujan akibat gedung museum bocor, enam wayang Krucil itu banyak yang patah," katanya.(*)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

William-Kate kunjungi pantai di Sydney

William-Kate kunjungi pantai di SydneyPangeran Inggris William dan istrinya Kate dalam kunjungan ke Australia  menyaksikan demo penyelamat pantai dan ...

Nidji siapkan album kompilasi "soundtrack"

Nidji siapkan album kompilasi Grup musik Nidji tengah mempersiapkan peluncuran album kompilasi karya mereka yang menjadi lagu tema dari sejumlah ...

Cynthia Lamusu dan kebaya di hari Kartini

Cynthia Lamusu dan kebaya di hari KartiniPenyanyi Cynthia Lamusu berpendapat mengenakan pakaian tradisional, seperti kebaya, sebagai salah satu bentuk ...