Sabtu, 1 November 2014

Jumlah BUMN Tinggal 87 Pada Oktober 2008

| 836 Views
id bumn
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil mengatakan, terkait paket kebijakan ekonomi melalui Inpres Nomor 5 Tahun 2008, pihaknya fokus untuk mempercepat realisasi pembentukan holding sebagai upaya penciutan, sehingga pada Oktober ditargetkan jumlah BUMN tinggal 87. "Kemeneg BUMN akan mempercepat holding dan targetnya selesai Oktober 2008," kata Sofyan Djalil, di Jakarta, Kamis. Dikatakannya, percepatan pembentukan sejumlah holding BUMN arahnya untuk menerapkan "rightsizing" BUMN yang pada Oktober 2008 ditargetkan jumlahnya menciut menjadi 87 dari 140 BUMN yang ada saat ini. Penciutan BUMN berfungsi salah satunya sebagai efisiensi dan penerapan tata kelola manajemen yang baik, karena selama ini banyak BUMN dengan core bisnis sejenis. "Kita akan segera realisasikan holding BUMN pupuk dari lima menjadi satu, holding 14 PTPN dan RNI menjadi satu, holding farmasi dari dua menjadi satu, tiga (3) BUMN pertambangan menjadi satu dan 14 BUMN karya menjadi satu," katanya. Sedangkan sejumlah BUMN yang kepemilikan saham pemerintahnya minoritas akan di "take over" atau dilepas sahamnya. Pihaknya juga menargetkan akan memprivatisasi 44 BUMN minoritas, baik melalui mekanisme divestasi saham negara maupun penerbitan saham baru, yang ditargetkan rampung pada November 2008. "Semuanya tetap akan melalui mekanisme pasar modal," katanya. Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Negara BUMN, Muhammad Said Didu, mengemukakan pihaknya optimistis pada Oktober 2008 jumlah BUMN dapat diciutkan tinggal jadi 87. "Ada yang diholding, ada yang dilikuidasi, dimerger, dan lain-lain. Jadi pasti tercapai itu saya yakin," katanya. Ia mencontohkan, BUMN kawasan industri yang saat ini ada lima akan diciutkan. Selain itu, Semen Baturaja dan Semen Kupang juga akan dijual, sementara Bahtera Adi Guna juga akan diakuisisi oleh perusahaan lain. (*)

COPYRIGHT © ANTARA 2008

Komentar Pembaca
Baca Juga