Mari: Mobil India Seharga 2.000 Dolar AS Kena Bea Masuk Sama

Sabtu, 12 Juli 2008 00:16 WIB | 1694 Views

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela pembukaan Indonesia International Motors Show (IIMS) 2008 di Jakarta, Jumat, mengatakan, mobil produksi India yang akan masuk ke Indonesia dikenakan bea masuk yang sama dengan kendaraan lain.

Rencana masuknya mobil murah India yang harganya 2.000 AS dolar per unit, menurut Mari, kebijakan WTO-nya disesuaikan dengan bea masuk yang ada.

Dia mengatakan Indonesia belum memiliki hubungan bilateral dengan India, tetapi masuk dengan ASEAN-India yang hampir mencapai titik temu. Tapi otomotif bukan sesuatu hal yang akan cepat dibuka perdagangannya di ASEAN-India, ujar dia.

Jadi menurut dia bukan harga murah yang perlu dilihat dari mobil produksi India yang ingin masuk ke Indonesia, tetapi lebih karena cc-nya yang kecil.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Fahmi Idris pada pembukaan IIMS 2008, mengatakan, dirinya telah didatangi Duta Besar India untuk Indonesia yang menyampaikan niat India memasukkan kendaraan ber-cc kecil dengan harga 2.000 AS dolar per unit.

"Saya kemarin bertemu dengan Duta Besar India. Dia menanyakan kemungkinan mobil India dengan harga 2.000 AS dolar tersebut dapat dipasarkan di Indonesia," kata Fahmi.

Menurut dia, dirinya tidak dapat mengiyakan permintaan Duta Besar India tersebut. Namun dirinya juga tidak dapat berkata tidak mengingat Indonesia mengikuti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

OJK pantau perkembangan kasus BCA

OJK pantau perkembangan kasus BCAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terus memantau perkembangan kasus perpajakan BCA yang diduga diselewengkan ...

Aturan baru pengendalian BBM sebentar lagi keluar

Aturan baru pengendalian BBM sebentar lagi keluarPemerintah segera mengeluarkan aturan pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi yang merupakan revisi Peraturan ...