Pemkot Blitar Siap Fasilitasi Penelusuran Kontroversi Supriyadi

Sabtu, 16 Agustus 2008 19:36 WIB | 927 Views

Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, Jawa Timur siap memfasilitasi penelusuran terhadap kontroversi kebenaran sejarah pahlawan Peta Supriyadi, menyusul pengakuan Andaryoko Wisnuprabu (89) sebagai Supriyadi.

"Kami siap memfasilitasi penelusuran sejarah ini dan mengundang pelaku sejarah untuk mencocokkan dengan kondisi di Blitar," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Blitar, Made Suka Wardika di sela acara bedah buku "Mencari Supriyadi" di Yogyakarta, Sabtu.

Ia mengatakan Pemkot Blitar juga ingin membahas sekaligus mendiskusikan buku tentang pengakuan Andaryoko sebagaimana tertulis dalam buku yang disusun Baskara T Wardaya itu.

"Setelah hari ini kami mendengarkan langsung pemaparan Andaryoko Wisnuprabu, ternyata 90 persen lebih sama dengan yang ada di buku. Ini cukup sulit dilakukan jika bukan oleh pelaku sejarah sendiri," katanya.

Ia mengatakan saat ini yang masih belum jelas adalah sejarah pelarian Supriyadi saat menghilang hingga pelarian ke Salatiga dan Semarang, Jawa Tengah serta ke Jakarta.

"Ini yang perlu lebih dijelaskan, karena memang di buku tersebut belum dibahas secara detail," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan memang ada sedikit perbedaan versi tentang pelarian Supriyadi antara yang berkembang di Blitar dengan pengakuan Andaryoko sendiri.

"Versi yang berkembang di Blitar, Supriyadi melarikan diri ke arah utara atau ke hutan Gunung Kelud. Tetapi dalam pemaparan tadi, Andaryoko Wisnuprabu atau `Supriyadi` mengaku lari ke selatan hingga ke hutan Purwo," katanya.

Menurut Made Suka Wardika, hutan Purwo adalah kawasan hutan yang letaknya sangat jauh dari Blitar, dan merupakan hutan yang penuh misteri.

"Kawasan hutan Purwo berada di wilayah selatan yang sangat jauh serta penuh misteri. Tidak setiap orang yang masuk ke hutan itu bisa keluar dengan selamat. Mungkin Andaryoko justru menempa diri di hutan Purwo," katanya.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Salon di Hari Kartini diserbu siswa

Salon di Hari Kartini diserbu siswaPada Hari Kartini 21 April 2014 sejumlah salon rias kecantikan di Cirebon, Jawa Barat, diserbu siswa karena mereka ...

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di Cibodas

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di CibodasUnit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Cibodas selaku satuan kerja Lembaga Ilmu ...

Komisi IV bahas perkebunan

Komisi IV bahas perkebunanKomisi IV DPR RI akan memberikan kewenangan kepada Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mengelola industri perkebunan ...