Penggali Temukan Benda Purbakala Peninggalan Kediri Kuno

Selasa, 9 September 2008 16:03 WIB | 3733 Views

Kediri (ANTARA News) - Penggali batu bata di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, secara tidak sengaja kembali menemukan beberapa benda peninggalan bersejarah setelah beberapa waktu lalu juga mengalami hal serupa.

Hingga Selasa petang ini, benda-benda purbakala yang diperkirakan peninggalan zaman Kerajaan Kadiri masa berkuasa pada 1042-1222 Masehi itu masih berserakan di areal pesawahan Dusun Babadan, Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Syai`in (47) beserta dua orang temannya, Hasan (27) dan Suprapto (23) tak menyangka jika dalam tanah yang digali untuk bahan batu bata di tanah kas Desa Sumber Cangkring itu ada benda peninggalan bersejarah.

"Seperti biasa, kami bertiga menggali tanah milik Pak Imam Syafi`i (Kaur Keuangan Desa Sumber Cangkring) untuk membuat batu bata," tutur Syai`in kepada Antara, Selasa.

Kamis lalu (28/8), saat menggali tanah itu, cangkul Syai`in tiba-tiba mengenai batu cadas. Dengan hati-hati ketiga kuli itu menggali tanah di sekitar batu cadas tadi.

Setelah diangkat dari lubang berkedalaman satu meter, batu tadi ternyata berupa fragmen gapura candi dengan relief berupa "Kala" sepanjang 48 sentimeter, tebal 35 sentimeter dan lebar 45 sentimeter.

Dua hari kemudian, ketiga orang itu melanjutkan pekerjaannya membuat batu dengan menggali tanah yang berjarak sekitar dua meter sebelah selatan tempat ditemukan gapura candi.

Namun, Sabtu (30/8), di kedalaman 1,45 meter, Syai`in dan kawan-kawan kembali menemukan benda aneh. Mereka pun menggalinya dengan hati-hati.

Saat diangkat dari dalam tanah, benda tersebut berupa arca Dwara Pala setinggi 98 sentimeter dengan ketebalan 76 sentimeter dan lebar 28 sentimeter.

Hari-hari berikutnya mereka kembali menjalankan aktivitasnya menggali tanah untuk bahan batu bata.
"Setelah berselang beberapa hari, kami kembali menemukan benda aneh hari Minggu," katanya.

Benda yang ditemukan dalam galian sebelah timur arca Dwara Pala itu bentuknya mirip kepala dewa setinggi 48 sentimeter dengan ketebalan 35 sentimeter dan lebar 45 sentimeter.

Sekitar satu meter di bawah kepala dewa tadi, Syai`in dan kawan-kawan juga menemukan sebuah arca Ganesha yang tingginya hanya 16 sentimeter, tebal 17 sentimeter, dan lebar 17 sentimeter.

Aparat desa setempat lalu melaporkan temuan tiga warganya itu ke pihak berwajib.

Polisi kemudian segera memasangi garis polisi di lokasi penemuan empat buah benda bersejarah itu mulai Selasa (9/9) pagi.

"Karena sudah ada garis polisi seperti ini, maka kami tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan pekerjaan membuat batu bata," kata Syai`in.

Sementara itu Kepala Seksi Seni Budaya, Kantor Pariwisata dan Seni Budaya Kabupaten Kediri, Suradi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan temuan warga di Dusun Babadan itu kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan.

"Besar kemungkinan, benda itu bagian dari cagar budaya. Namun semuanya masih harus diteliti lebih mendalam oleh pihak BP3," katanya.

Lokasi penemuan empat benda di Dusun Babadan itu berjarak sekitar tujuh kilometer dari lokasi penemuan Benda Cagar Budaya (BCB) Situs Tondowongso di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah.

Pada 2007, para penggali batu bata dari Dusun Tondowongso menemukan 14 buah BCB peninggalan Abad ke-12 yang kini disimpan di Museum BP3 Trowulan.

Dari tujuh hektar lahan yang diperkirakan sebagai Situs Tondowongso, Pemkab Kediri baru bisa membebaskan lahan seluas satu hektar.

Beberapa waktu sebelumnya, tak jauh dari Dusun Babadan, seorang warga menemukan BCB di tebing Sungai Harinjing, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah.

Benda-benda bersejarah yang ditemukan warga Desa Sukorejo pada tahun 2004 lalu itu kini menjadi koleksi Museum Mpu Tantular, Surabaya.(*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Menjalani hidup abnormal keliling dunia ala Dua Ransel

Menjalani hidup abnormal keliling dunia ala Dua Ransel Lima tahun lamanya Dina Rosita dan suaminya Ryan Koudys yang berasal dari Kanada menjalani hidup sebagai backpacker, ...

William-Kate kunjungi pantai di Sydney

William-Kate kunjungi pantai di SydneyPangeran Inggris William dan istrinya Kate dalam kunjungan ke Australia  menyaksikan demo penyelamat pantai dan ...

Libur panjang Paskah, pengunjung SeaWorld naik dua kali lipat

Libur panjang Paskah, pengunjung SeaWorld naik dua kali lipatJumlah pengunjung SeaWorld Indonesia meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan hari biasa pada libur panjang ...