Kenaikan Pajak Kendaraan Akan Pengaruhi Industri Otomotif

Minggu, 14 September 2008 20:57 WIB | 1279 Views

Solo (ANTARA News) - Kenaikan tarif Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang efektif berlaku pada 1 September 2008, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap industri otomotif Indonesia.

Ketua Pusat Perpajakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jamal Wiwoho, di Solo, Minggu, mengatakan, kenaikan pajak dan biaya balik nama tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual kendaraan.

"Keanikan pajak kendaraan bermotor mencapai sekitar lima persen, sedangkan BBNKB mencapai 10 persen," katanya.

Ia mengkhawatirkan, kenaikan tarif sebesar itu akan berdampak pada angka penjualan kendaraan bermotor.

Penurunan penjualan itu, lanjut dia, juga akan berdampak pada industri yang mampu menyerap sekitar 194 ribu tenaga kerja itu. Ia mencontohkan, dampak beruntun kenaikan pajak itu dapat berupa rasionalisasi tenaga kerja.

Namun, lanjut dia, kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor dan BBNKB ini juga sangat tergantung pada masing-masing pemerintah daerah.

"Pajak kendaraan masuk dalam item pendapatan asli daerah (PAD). Kalau tidak naik, berisiko tidak memperoleh PSD, tetapi kalau naik akan membebani masyarakat," katanya.

Kenaikan tarif tersebut, menurut dia, sesungguhnya, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan PAD, tetapi juga menahan laju pertumbuhan kendaraan bermotor dan menghemat penggunaan bahan bakar minyak.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Keuntungan Facebook naik hampir tiga kali lipat

Keuntungan Facebook naik hampir tiga kali lipatKeuntungan Facebook naik hampir tiga kali lipat menjadi 642 juta dolar AS pada kuartal pertama, karena pendapatannya ...

IHSG dibuka turun, rupiah melemah

IHSG dibuka turun, rupiah melemahIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka turun 1,47 poin atau 0,03 persen ...