Harga TBS Kelapa Sawit Merosot Tajam

Jumat, 19 September 2008 00:34 WIB | 2430 Views

Padang (ANTARA News) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit plasma petani di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus merosot.

Ketua Kelompok Tani Delapan SP III Nagari Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar, Aslir (43), saat dihubungi, Kamis, menyebutkan, harga TBS turun terus sejak 17 Agustus, dari posisi Rp1.700/kg menjadi Rp1.000/kg pada dua industri pengolahan minyak sawit di kabupaten itu.

Merosotnya harga TBS itu juga dipengaruhi harga minyak mentah dunia.

Penurunan harga TBS itu dikeluhkan banyak petani, karena biaya produksinya membengkak, terutama harga pupuk yang semakin mahal.

Kini harga beli pupuk jenis KCL sudah sampai Rp500 ribu/karung.

"Harga jual TBS turun, tetapi harga sejumlah jenis pupuk tetap bertahan tinggi," katanya.

Ia menambahkan, saat harga jual TBS turun, produksi TBS juga seret dan penghasilan petani rata- rata turun sekitar 30 persen.

"Saya biasanya dari dua kapling kebun atau empat hektare bisa menghasilkan TBS sekitar delapan hingga 9,5 ton, tetapi sekitar dua pekan terakhir produksi turun sekitar 30 persen," katanya.

Data Dinas Perkebunan Kabupaten Dharmasraya menunjukan, luas kebun kelapa sawit di kabupaten itu sekitar 62.411 hektare, di antaranya 33.638 hektare kebun sawit rakyat (kebun plasma dan swakarya) dengan produksi 82.291 ton per tahun.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Legislator minta KKP tingkatkan kualitas ikan tuna

Legislator minta KKP tingkatkan kualitas ikan tunaSeorang legislator, dari Komisi IV DPR-RI, Habib Nabiel Fuad Almusawa meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ...

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEA

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEAIndustri gula nasional saat ini sulit untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, khususnya dengan Thailand, ...

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden Freeport

Menkeu minta Kementerian BUMN tagih deviden FreeportMenteri Keuangan Chatib Basri meminta Kementerian BUMN untuk tetap menagih deviden PT Freeport Indonesia sebesar Rp1,5 ...