Tinggalkan Gus Dur Suara PKB Pada Pemilu 2009 Rontok

Jumat, 10 Oktober 2008 18:23 WIB | 3256 Views

Jakarta (ANTARA News) - Jika Partai Kebangkitan Bangsa meninggalkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) maka perolehan suara PKB pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 akan turun drastis.

"Separuh suara PKB akan pindah ke partai lain atau golput," kata Direktur Lembaga Kajian dan Survei Nusantara (Laksnu) Gugus Joko Waskito di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya, Gus Dur memiliki basis massa tersendiri di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan basis massa konstituen PKB.

Menurut Gugus, jika tidak menyalurkan aspirasi ke PKB, pendukung Gus Dur lebih mungkin memilih Partai Demokrasi Indonesia (PDIP).

Alasannya, secara kultural basis massa PKB hampir sama dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Kalau tidak ke PDIP, pendukung Gus Dur bisa jadi akan mencoba-coba memilih partai baru," katanya.

Bahkan, lanjut Gugus, jika ada partai baru yang mau mengajukan Gus Dur sebagai calon presiden, bukan tidak mungkin bakal meraup suara yang signifikan.

Namun, Gugus memperkirakan pendukung Gus Dur tidak akan lari ke partai berbasis NU yang lain, seperti PPP, PKNU, dan PPNUI. "Mereka merasa canggung," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Gugus, jika PKB pimpinan Muhaimin Iskandar benar-benar meninggalkan Gus Dur, maka mereka harus menyiapkan strategi baru, termasuk mengubah pola komunikasi dalam mendekati pemilih.

Langkah yang harus dilakukan Muhaimin bersama PKB di antaranya adalah tetap merangkul para kyai NU dan lebih giat membidik pemilih pemula.

"Kalau tidak, PKB akan rontok di Pemilu 2009," katanya.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di Cibodas

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di CibodasUnit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Cibodas selaku satuan kerja Lembaga Ilmu ...

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitas

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitasIkatan Apoteker Indonesia (IAI) menilai bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus didukung oleh penggunaan ...