Ekspor-Impor Indonesia Kurang Agresif

Rabu, 22 Oktober 2008 23:18 WIB | 2070 Views

Jakarta (ANTARA News) - Turunnya prosentase impor Korea dari Indonesia yang sebelumnya mencapai 3,2 persen menjadi 2,6 persen menunjukan Indonesia kurang agresif melakukan aktivitas ekspor-impor.

Pernyataan itu disampaikan para pengusaha tekstil Korea yang tergabung dalam "Korea Federation of Textile Industries" (Kofoti) saat bertemu dengan Forum Industri Tekstil dan Apparel Indonesia-Korea di Jakarta, Rabu.

Melalui forum itu, 17 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) Korea yang hadir mengharapkan iklim investasi di Indonesia berubah sehingga investasi benar-benar menguntungkan.

Wakil Ketua API Ade Sudrajat menilai, pihak Korea menganggap Indonesia memiliki sumber daya manusia terampil yang mampu menghasilkan produk TPT berkualitas, sementara Korea mendatangkan teknologi tekstil terbaiknya sehingga ada transfer teknologi pertekstilan ke Indonesia.

Dia mengatakan Korea ingin memproduksi TPT di Indonesia untuk kemudian mengekspornya ke seluruh dunia dan ini akan meningkatkan ekspor Indonesia serta memperbesar penyerapan tenaga kerja.

"Korea tertarik mengembangkan investasi TPT, khususnya sektor garmen atau pakaian jadi. Sektor ini menyerap tenaga kerja lebih banyak dan realisasinya lebih cepat," jelas Ade.

Sekertaris Eksekutif API, E. G. Ismy mengungkapkan di Indonesia saat ini terdapat 60 perusahaan garmen Korea yang telah menanamkan investasi sebesar 30 miliar AS dolar.

Ismi mengungkapkan, Korea menginginkan produk garmen Indonesia lebih banyak diekspor ke Korea mengingat 65 persen garmen Korea saat ini dikuasai Cina.

Ismy menguraikan, tujuan ekspor TPT utama Indonesia adalah Amerika Serikat yang mengambil pangsa 36 persen, 16 persen diekspor ke Eropa, lima hingga enam persen ke Jepang, 7,21 persen ke ASEAN dan sisanya diekspor ke 200 negara.

Sampai saat ini, Korea tak memberi perlakuan khusus terhadap kegiatan ekspor-impornya dan mengharapkan kerjasama diantara kedua negara ditingkatkan dengan membuat berbagai kemudahan ekspor dan impor. (*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Legislator minta KKP tingkatkan kualitas ikan tuna

Legislator minta KKP tingkatkan kualitas ikan tunaSeorang legislator, dari Komisi IV DPR-RI, Habib Nabiel Fuad Almusawa meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ...

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEA

Ikagi: gula nasional sulit bersaing dalam MEAIndustri gula nasional saat ini sulit untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, khususnya dengan Thailand, ...

Dolar menguat di Asia

Dolar menguat di AsiaNilai dolar Amerika Serikat (AS) menguat dalam perdagangan di Asia pada Jumat dengan dukungan data pekerjaan AS yang ...