Banjir Besar Ancam Jakarta

Selasa, 28 Oktober 2008 19:45 WIB | 1234 Views

Jakarta (ANTARA News) - Banjir besar diperkirakan masih akan mengancam Jakarta saat musim hujan yang diperkirakan jatuh pada bulan Januari sampai Februari 2009 sehingga masyarakat diminta waspada.

"Masyarakat yang rumahnya terkena banjir pada tahun 2007 diperkirakan akan mengalami hal yang sama pada 2009, bahkan cakupannya bisa meluas kepada masyarakat yang tahun 2007 tidak mengalami," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) Pitoyo Subandrio di Jakarta, Selasa.

Mengantisipasi hal itu, Pitoyo mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan apabila banjir terjadi diantaranya alat berat, perahu karet, 35 ribu karung plastik, 3 ribu bronjong kawat, 22 pompa mobil dan 15 pompa yang sudah berada di lokasi-lokasi rawan banjir.

Menurutdia, peralatan tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat memerlukan peralatan pada saat terjadi banjir.

Disamping itu, posko banjir juga telah diaktifkan selama 24 jam untuk memantau menggunakan telemetri mengenai intensitas curah hujan, debit sungai, tinggi muka air dan perkiraan perjalaan air dari Katulampa hingga Manggarai sebagai antisipasi dini
banjir.

Selain itu untuk Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane (BBWSCC) telah melakukan upaya penanggulangan banjir diantaranya rehabilitasi situ-situ di Jabodetabek, melanjutkan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) dan normalisasi sungai.

Normalisasi sungai dilakukan di Sungai Mookervart dan Cengkareng drain untuk mengurangi banjir yang terjadi di daerah rawan banjir di Jakarta Barat seperti Rawa Buaya.

Di Jakarta Timur juga telah dibangun tempat parkir air seluas 50 ribu meter
persegi untuk menampung air dari Kali Bekasi.

Pembangunan BKT sendiri, yang melintang dari Cipinang hingga Marunda, sudah mencapai 60 persen. Kanal sepanjang 23,5 kilometer tersebut sudah tergali sepanjang 14 Km namun masih terpisah-pisah. Adanya kanal ini untuk mengalirkan aliran 5 sungai di Jakarta yakni Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung sehingga
melindungi daerah di Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Timur.

Penyelesaian BKT sangat tergantung dari pembebasan lahan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang ditargetkan akan selesai pada April 2009. BKT sendiri ditargetkan selesai akhir 2009 dan menelan biaya Rp 4,9 triliun.

"Kendala kami dalam melanjutkan pembangunan Banjir Kanal Timur adalah pembebasan lahan yang sudah terlanjur dihuni masyarakat," ujar Pitoyo.

Disamping upaya-upaya tersebut diatas, masyarakat juga diminta untuk dapat mengantisipasi banjir agar terhindar dari kerugian yang lebih besar.

Pitoyo menunjuk contoh, SD Kebon Baru Jakarta Selatan yang sudah hidup harmonis dengan banjir dimana lantai bawah digunakan sebagai arena bermain atau tempat parkir sementara ruang kelas berada di lantai atas.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau Pombo

LIPI: masyarakat belum paham konservasi Pulau PomboPeneliti Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon mengatakan bahwa masyarakat belum memahami tentang perlindungan ...

Tapir terjebak di sumur berhasil diselamatkan

Tapir terjebak di sumur berhasil diselamatkanSejumlah warga Desa Penarik Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menyelamatkan seekor tapir (tapirus indicus) yang terjebak ...

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musim

Hujan es cenderung terjadi pada peralihan musimHujan es yang terjadi di Kebun Jeruk Jakarta Barat pada Selasa (22/4) merupakan fenomena alam yang cenderung terjadi ...