Brisbane (ANTARA News) - Perusahaan cenderamata terbesar di Alice Springs, Australia Tengah, "Barker Souvenirs", mencari mitra bisnis di beberapa daerah penghasil produk cenderamata terbaik Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya relokasi produk perusahaan tersebut.

Ketertarikan perusahaan milik Tim Jennings yang juga pemilik Galeri Seni dan Museum Budaya "Mbantua" Alice Springs untuk mencari lokasi pembuatan produknya di Indonesia terungkap dalam pembicaraan antara Konsul RI Darwin Harbangan Napitupulu dengan Manajer Barker Souvenirs, Adrian McVeigh, di Alice Springs 21 November lalu.

"Kami tertarik merelokasi (pembuatan) produk kami kepada para pengrajin yang ada di Bali dan Yogyakarta jika mereka menawarkan harga produksi yang bagus," kata Adrian kepada Napitupulu saat berkunjung ke kantor "Barker Souvenirs" di Jalan Elder 21, Alice Springs, bersama Manajer Umum Garuda Indonesia untuk Darwin dan Brisbane, Syahrul Tahir, dan tiga orang staf Konsulat RI Darwin.

Adrian mengatakan, pihaknya tertarik membangun kerja sama dengan mitra bisnis di Indonesia setelah dia ikut menyaksikan Pameran Produk Indonesia (PPE) Oktober lalu di Jakarta.

Dalam rangkaian kunjungan pertamanya ke Jakarta itu, dia juga mengunjungi Yogyakarta untuk melihat dari dekat toko-toko dan pabrik pembuatan barang-barang kerajinan tangan dan cenderamata di sana. "Produk-produk yang lebih kami sukai umumnya adalah kerajinan tangan buatan mesin daripada tangan," katanya.

Adrian mengatakan, pihaknya sudah mengirim beberapa sampel produk yang diperlukan perusahaannya ke beberapa calon mitra bisnisnya di Indonesia. Untuk keperluan membangun kemitraan usaha itu, dia akan kembali mengunjungi Bali dan Yogyakarta pada Februari 2009.

Selain Bali dan Yogyakarta, manajer Barker Souvenirs itu juga melihat potensi besar Bandung sebagai daerah penghasil produk tekstil yang bagus. Kedekatan geografis Indonesia dengan Australia merupakan keunggulan komparatif dibandingkan China yang selama ini telah banyak memasok produk untuk Barker Souvenirs, katanya.

Produk China dan Thailand

Adrians menunjukkan beberapa sampel produk perusahaannya yang dibuat di China dan Thailand. Di antaranya adalah tatakan gelas bermotif seni lukis Aborigin dan hiasan dinding yang terbuat dari bahan kain berlatar belakang aneka gambar khas Alice Springs.

Terkait dengan letak Indonesia yang relatif dekat dengan Australia itu, Konsul RI Darwin Harbangan Napitupulu mengatakan, kini sudah ada perusahaan kapal kargo yang melayani rute Surabaya, Jawa Timur, dan Darwin, Northern Territory.

Selain itu, bea cukai Indonesia pun sudah menjalin kerja sama inspeksi kargo yang akan dikirim ke Indonesia atau sebaliknya dengan pemerintah negara bagian Northern Territory sehingga mempercepat waktu pengiriman barang, katanya.

Pertemuan Konsul Harbangan Napitupulu dengan Adrian McVeigh itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan singkatnya ke Alice Springs. Harbangan juga berkesempatan bertemu belasan orang Indonesia dan warga Australia yang menjadi sahabat Indonesia pada acara peresmian "Central Australia Indonesian Center" (CAIC), organisasi komunitas Indonesia di Alice Springs. (*)