Tokyo (ANTARA News) - Pertemuan para pemimpin organisasi pers negara-negara ASEAN dan Asosiasi Penerbit Suratkabar dan Editor Jepang (Nihon Shinbun Kyokai-NSK) membahas tantangan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang kini banyak mempengaruhi keberadaan media massa di masing-masing negara dan dunia pada umumnya.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Kerjasama Internasional NSK Toshihiko Uji dalam sambutannya pada acara resepsi 30 Tahun keberadaan lembaga tersebut di Tokyo, Rabu.

NSK merupakan organisasi yang mensponsori kedatangan para wartawan ASEAN ke Jepang dalam upayanya meningkatkan kapasitas profesionalisme jurnalistik, khususnya pemahaman mengenai Jepang.

"Jepang merasa perlu adanya perubahan dalam mekanisme program yang telah dijalankan selama ini. Kerjasama yang ada belum cukup untuk menghadapi tantangan di masa depan," kata Toshihiko Uji.

Kemajuan teknologi komunikasi seperti 3G, GRPS dan juga kemajuan pesat internet sangat mempengaruhi media massa dalam menyajikan informasi dan berita kepada publiknya.

"Kerjasama juga semakin diperlukan mengingat rencana integrasi ekonomi ASEAN danketerkaitannya dengan Jepang," kata Uji lagi.

Sementara itu Sekretaris Tetap Konfederasi Wartawan ASEAN (The Confederation of ASEAN Journalists-CAJ) Saiful Hadi (Indonesia) yang mewakili para pemimpin organisasi pers dan alumni program NSK mengatakan, kerjasama dengan Jepang perlu tetap dilanjutkan dan juga diperluas dengan melibatkan wartawan foto dan televisi, sehingga betul-betul mencerminkan kerjasama media massa dengan Jepang.

"Program yang selama ini berlangsung perlu diperluas dengan melibatkan wartawan foto dan juga televisi," kata Pemimpin Redaksi Kantor Berita Antara itu.

Dalam sambutannya, Saiful Hadi juga menyingung soal kebebasan pers di masing-masing negara ASEAN yang berbeda-beda, dan perlunya Jepang mendorong terwujudnya kebebasan pers yang lebih baik.

"Kebebasan pers Jepang bisa menjadi salah satu model bagi perwujudan kebebasan pers di negara-negara ASEAN, khususnya dalam menopang kehidupan demokrasi yang lebih mapan," katanya.

Acara resepsi HUT ke-30 NSK selain menghadirkan para pemimpin asosiasi pers ASEAN juga mengundang para alumni dari program yang telah digelar NSK sejak 1978. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah sponsor Jepang seperti Japan Air Lines (JAL), dan Deplu Jepang, serta para diplomat dari Kedubes negara-negara ASEAN di Tokyo.(*)