Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berencana mencari lahan kosong untuk pembangunan Depot Pertamina guna mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sulbar Khaeruddin Anas, di Mamuju, Senin, mengungkapkan, sebagai provinsi yang otonom sudah sepantasnya daerah ini memiliki depot Pertamina sendiri guna memberikan pelayanan terhadap konsumen yang membutuhkan BBM.

"Pembagunan Depot Pertamina adalah sebuah keharusan sebagai provinsi yang otonom," kata dia.

Karena itu, kata dia, dirinya akan mengusulkan agar depot Pertamina di Sulbar segera dibangun untuk mengatasi kelangkaan BBM yang akhir-akhir ini sering terjadi di beberapa SPBU di Sulbar.

"Banyak SPBU yang ada di Sulbar mulai dari Kabupaten Polewali Mandar, Majene, Mamasa, Mamuju Utara dan Mamuju mengalami kelangkaan BBM. Hal ini diakibatkan karena terlambatnya pasokan BBM dari depot Pertamina Pare-Pare, Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Selain lambatnya pasokan dari depot Pertamina Pare-Pare, beberapa SPBU di Sulbar juga dikurangi jumlah pasokannya.

"Akhir-akhir ini jatah untuk SPBU di seluruh wilayah Sulbar rata-rata dikurangi," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, program pembangunan depot Pertamina yang memiliki fasilitas dan kapasitas lebih besar akan menjadi prioritas utama agar perusahaan minyak negara itu tidak mengalami krisis penyediaan bahan bakar minyak (BBM) akibat masalah pengiriman.

"Pembangunan depot Pertamina di Sulbar akan menjadi prioritas untuk mengatasi kekurangan minyak," tuturnya.

Menurut dia, lahan yang cocok untuk pembangunan depot Pertamina harus lokasi yang jalur transportasi airnya tidak akan mengalami pendangkalan bila memasuki musim kemarau. "Lokasi pembangunan depot Pertamina harus mengacu dengan aturan, tidak asal mencari lahan," kata Kaheruddin. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009