Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso menyatakan TNI tidak merasa terbebani oleh operasi tanggap darurat, meski anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk TNI kecil.

"Tidak. Itu kan sudah termasuk dalam operasi rutin OMSP (Operasi Militer Selain Perang) dan alokasi anggarannya sudah ada," katanya usai menghadiri peringatan 50 Tahun Pepabri di Jakarta, Kamis.

Djoko mengatakan, dalam setiap operasi baik militer maupun non militer TNI selalu memiliki skala prioritas.

"Jika dalam pelaksanaannya, kita tengah menghadapi tanggap darurat ya kita prioritaskan untuk itu, TNI kan menolong dalam kondisi darurat, terkait korban jiwa dan material," katanya.

Sementara itu, Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) I Marsekal Muda TNI Imam Sufa`at mengatakan, meski armada helikopter terbatas TNI tetap mengerahkan personel untuk membantu penanganan pasca gempa Sumatera Barat.

"Karena rata-rata kesiapan armada helikopter kita kurang, maka kita mengirimkan personel helikopter kita mengoperasikan ke lokasi bencana, yang lainnya dari Badan SAR Nasional dan TNI Angkatan Darat," katanya.

Hanya saja, tambah Imam, Pemerintah Daerah setempat kurang memanfaatkan maksimal armada helikopter TNI untuk mendukung distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi bencana terpencil yang tidak dapat dijangkau kendaraan darat.

Selain personel dan wahana lain, TNI telah mengerahkan dua helikopter dari Medan dan Jakarta, enam pesawat C-130 Hercules, Fokker, dan C-130 Hercules VIP. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009