Lebak (ANTARA News) - Ratusan rumah suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, terbakar dan hingga sekarang api masih berkobar bersamaan dengan  bertiupnya angin kencang.

"Sampai saat ini api masih belum padam karena tiupan angin masih kencang," kata Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sarpin, saat dihubungi, Jumat.

Sarpin mengatakan, peristiwa yang menimpa warga Kadu Ketug, Desa Kanekes, terjadi pukul 08.30 WIB dan kebakaran dari sumber api tungku dapur milik salah satu rumah yang ditinggalkan penghuninya.

Pemilik rumah itu bernama Asrap (50) tidak sempat memadamkan tungku saat pergi ke ladang.

"Pagi itu istri Asrap lupa untuk memadamkan api setelah memasak air. Kebakaran itu dari bahan bakar kayu yang disimpan di atas tungku," katanya.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena penghuninya pergi ke ladang untuk bercocok tanam.

Namun demikian, kata dia, diperkirakan warga korban kebakaran mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Menurut dia, padatnya perkampungan Baduy dan tiupan angin kencang membuat api cepat membesar dan menghanguskan ratusan rumah lainnya.

Apalagi, rumah warga Baduy mudah terbakar karena terbuat dari bilik bambu dan atap rumbia.

"Kami mencatat sementara sebanyak 113 rumah hangus terbakar dan masih melakukan pendataan rumah-rumah warga lainnya karena api belum padam," katanya.

Sementara itu, Ketua Penanggulangan Bencana Alam, Kabupaten Lebak, Enang Hidayat, mengatakan, saat ini warga Baduy yang menjadi korban kebakaran ditampung sementara di rumah-rumah tetangganya yang selamat dari amukan sijago merah.

"Saat ini kami berharap adanya bantuan makanan dan obat-obatan," ujar Enang Hidayat.
(*)