Jakarta,(ANTARA News) - Penutupan 27 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalur hijau diperkirakan akan menambah luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta sekitar 4 hektar.

"Luasnya beragam. Paling kecil 700 meter persegi dan paling luas 3.600 meter persegi," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ery Basworo di Jakarta, Kamis.

Saat ini, sudah empat SPBU yang disegel oleh Dinas Pertamanan dan ditargetkan enam lagi ditutup selama November.

Ery menyebut target penutupan seluruh SPBU adalah pada akhir Desember, karena tahun 2010 sudah dianggarkan dana untuk pembongkaran fasilitas SPBU.

"Dana yang disiapkan Rp13,5 miliar di APBD 2010," katanya.

Saat ini, APBD telah diserahkan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan sebelum disahkan menjadi Perda dan dijalankan.

Dalam Raperda ABPD 2010, Dinas Pertamanan menganggarkan pembongkaran dan pembuatan taman bagi tiap SPBU berbeda-beda, mulai dari Rp200 juta untuk yang kecil, dan maksimal Rp500 juta bagi yang besar.

Penutupan sudah dimulai pada pertengahan Oktober yang lalu, yakni dua SPBU Hayam Wuruk, satu SPBU Jalan Mataram dan satu SPBU Jalan Kyai Tapa.

Taman yang akan dibangun di lahan bekas SPBU itu disebut Ery bukanlah taman interaktif seperti di Taman Menteng atau Taman Ayodya.

"Taman yang dibangun taman biasa, untuk daerah resapan air," katanya.

Sementara untuk penambahan taman interaktif, Dinas Pertamanan telah merencanakan membuka lima titik diseluruh Jakarta dengan dana dianggarkan sebesar Rp25 miliar atau rata-rata Rp5 miliar untuk satu taman.

Ery belum bersedia mengungkapkan lokasi kelima taman tambahan tersebut karena sedang menunggu persetujuan anggaran dari DPRD.

Pembangunan taman-taman interaktif itu adalah sebagai upaya Pemprov DKI untuk menambah luasan RTH yang baru mencapai 9,7 persen dari target 13 persen.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009