Jakarta (ANTARA News) - Dalam usianya yang menginjak 10 tahun, Kaskus Networks terus berusaha memanjakan para pengguna situs yang dikelolanya. Dari tiga layanan baru yang siap diluncurkan, kaskus ingin memposisikan layanan Kaspay sebagai yang paling mudah diakses kaskuser.

Kaspay, seperti diungkapkan CEO Kaskus Networks, Ken Dean Lawadinata, memang dihadirkan untuk kaskuser yang terbiasa aktif di Forum Jual Beli (FJB). Forum tersebut, selama ini memang dikenal sebagai forum terfavorit yang biasa diakses oleh kaskuser. Namun, di FJB transaksi yang dilakukan masih sangat terbatas.

''Karena itu Kaspay kemudian dihadirkan terpisah namun masih terintegrasi dengan FJB,''tutur Ken. Dengan Kaspay juga, jelasnya, kaskuser bisa melakukan transaksi secara langsung dengan memasukkan nominal rupiah yang diinginkan. Tidak hanya itu, seperti layaknya situs jual beli lain yang sudah populer, Kaspay juga menyediakan akses bagi kaskuser untuk memajang barang yang ditawarkan dengan visual lengkap.

Biasanya, Ken menjelaskan, di FJB kaskuser hanya saling bertukar informasi mengenai barang apa dan seperti apa yang bagus untuk ditransaksikan. Namun, keterbatasan itu diperbaiki di Kaspay dengan menyediakan semua visualisasi dan data yang dibutuhkan untuk transaksi. Yang paling mudah, Kaspay menyediakan layanan jual beli pulsa dengan harga yang diklaim termurah di Indonesia.

Karena itu, Ken optimistis Kaspay akan berkembang menjadi situs penyedia layanan bisnis yang besar. Apalagi, melihat perkembangan dunia internet yang saat ini semakin baik, diyakini akan berdampak pada pertumbuhan penggunanya. Dengan Kaspay juga, diharapkan nantinya bisa menjadi sarana bagi kaskuser yang ada di pelosok nusantara dan terbatas dengan akses transportasi.

Walaupun FJB sudah tumbuh menjadi forum besar dan diminati oleh kaskuser di seluruh dunia, hingga sekarang manajemen Kaskus mengaku tetap tidak berminat untuk mengambil keuntungan dari transaksi itu.''Keuntungan bagi kami penting, tapi tidak dari kaskuser,''tandasnya jelas.(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009