Jakarta, (ANTARA News) - Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik(BPS) Slamet Sutomo mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3 persen bisa tercapai.

"Kalau 4,3 persen (pertumbuhan ekonomi) dapatlah," katanya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, saat ini dengan pertumbuhan triwulan III (YoY) mencapai 4,21 persen dan kumulatif triwulan I hingga triwulan III sebesar 4,23 persen ia meyakini pertumbuhan ekonomi 4,3 persen sangat besar kemungkinan tercapai.

"Kalaupun misalnya triwulan IV itu ke ke bawah, maka pertumbuhan sekitar 4,2 persen adalah, " katanya.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi triwulan IV memiliki pola lebih rendah dibandingkan triwulan III. Hal ini karena triwulan III biasanya memiliki belanja pemerintah yang lebih tinggi.

Disisi lain, menurut dia selama tiga triwulan pertama telah terjadi peristiwa-peristiwa seperti pemilu dan lebaran yang mendorong konsumsi masyarakat dan pemerintah.

"Jadi kalau pesta maka triwulan IV itu tinggal sisa-sisanya," katanya.

Direktur Perencanaan Makro Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Prijambodo mengatakan potensi pertumbuhan 4,3 persen sangat besar.

Menurut dia, hal ini terutama didukung oleh ekspor yang terus menggeliat. Hal ini terutama karena faktor negara Asia yang mengalami perbaikan perekonomian yang lebih cepat dibandingkan kawasan lainnya.

"Ekspor kita pada triwulan IV nanti akan lebih baik lagi dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya, meski pertumbuhannya masih negatif dibanding 2008, tapi akan mengecil," katanya.

Ia menambahkan untuk sektor impor juga membaik, namun demikian, ekspor secara volume akan lebih baik bila dibandingkan impor. "Untuk keseleuruhan tahun meski ekpor kita membaik tapi masih negatif, namun kita tetap neto ekspor (ekspor lebih besar dari impor)," katanya.

Sementara itu, sebelumnya Bank Dunia memprkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 bisa mencapai 4,3 persen. Pemerintah sendiri berharap pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi lagi mencapai 4,5 persen.(*)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar