
Analis Valas Rully Nova di Jakarta, Selasa mengatakan, tekanan pasar makin menguat sehingga pelaku pasar berlanjut melepas rupiah.
Merosotnya rupiah juga terjadi karena pelaku masih menunggu kelanjutan dari kasus KPK dan Polri yang berkembang lebih jauh. Kisruh KPK VS Polri diperkirakan akan berlangsung lama, katanya.
Menurut dia, rupiah diperkirakan masih tertekan pada hari berikutnya, karena pelaku pasar sangat fokus terhadap masalah tersebut yang menimbulkan kekhawatiran hukum di dalam negeri mudah digoyah.
"Kami memperkirakan rupiah akan kembali bergerak turun hingga mendekati angka Rp9.500 per dolar," ujarnya.(*)






















