Teheran (ANTARA News/AFP) - Iran hari Selasa telah membebaskan seorang siswa jurnalistik yang ditangkap pekan lalu di sela demonstrasi anti-pemerintah di Teheran, kata kepala penuntut ibukota Iran itu seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA.

"Warga Denmark yang ditangkap di sela demonstarsi tidak sah itu telah dibebaskan," ujar Abbas Jaffari Doulatabadi.

"Setelah selesai penyelidikan, hakim yang menguji memeritahkan pembebasan tertuduh dan, setelah ada persetujuan dari penuntut, perintah itu dikirim ke penjara Evin," ia menambahkan.

Niels Korgsgaard telah ditahan sejak 4 November dekat demonstrasi pada ulang tahun ke30 penyerangan kedutaan besar AS di kota itu.

Pemerintah Denmark menyatakan Sabtu bahwa Krogsgaard, 31, telah ditahan, dan pihaknya sedang berusaha untuk melakukan kontak dengannya.

Satu hari sebelumnya, serikat wartawan Denmark mengatakan orang itu bekerja lepas di Iran untuk proyek yang berkaitan dengan studinya.

Penuntut umum Tehran hari Senin menolak pengakuan Krogsgaard bahwa ia adalah wartawan.

"Orang itu mengatakan ia adalah wartawan meskipun ada faktor-faktor dalam kasusnya yang tidak mendukungnya," kata penuntut tersebut seperti dikutip oleh IRNA.

"Seorang wartawan harus memiliki izin, Penyelidikan akan diteruskan," tegas penuntut itu Senin.

"Kami telah bertanya pada kementerian kebudayaan", yang mengawasi media, dan "kami sedang menunggu jawabannya. Keputusan akan diambil sesudah itu", kata Doulatabadi.

Seorang pengacara pada kedutaan besar Denmark di Teheran telah mengujungi orang itu di penjara, ujarnya.

Empat wartawan lainnya -- dua warga Kanada, satu Jepang dan satu Iran -- juga ditangkap karena melaporkan "tanpa izin" mengenai demonstrasi untuk menandai ulang tahun ke30 penyerangan kedutaan besar AS itu.

Duotatabadi menjelaskan pada Jumat bahwa dua oang Jerman dan satu Kanada telah dibebaskan.

Wartawan Iran, Farhad Pouladi, yang bekerja untuk AFP, telah dibebaskan Sabtu.(*)