Singapura (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai masih ada peluang bagi Thailand dan Kamboja untuk menyelesaikan masalah sengketa berbatasan kedua negara secara dwipihak.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono di Hotel Marina Mandarina, Singapura, Senin pagi, sebelum bertolak menuju tanah air setelah menyelesaikan rangkaian pertemuan puncak ke-17 Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

"Saya kira masih ada peluang, jalan bahwa secara bilateral masalah itu bisa diselesaikan dengan baik dan menlu kita akan memelihara komunikasi dengan menlu Thailand dan Kamboja berkaitan dengan ini semua," kata Presiden kepada wartawan Indonesia.

Jadi, menurut Presiden, Indonesia akan melihat dahulu perkembangannya dengan harapan akan ditemukan suatu jalan yang baik.

"Dan mana kala ekskalatif dan dalam pembicaraan nanti ada langkah-langkah yang tepat, yang baik, yang perlu kita lakukan, Indonesia tentu siap mengemban tugas (sebagai penengah) itu," katanya.

Kepala Negara mengatakan bahwa ia melakukan pertemuan dwipihak dengan Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen secara berturut-turut di sela-sela pertemuan puncak APEC ke-17 di Singapura selama masing-masing 30 menit sehingga banyak pihak menduga Indonesia menjadi mediator dalam sengketa perbatasan itu.

"Saya belum ingin melangkah terlalu jauh karena saya bertemu dengan suasana yang baik ketika saya bertemu PM Abhisit dan Hun Sen," katanya.

Dwipihak

Presiden mengatakan bahwa ia menyampaikan kepada dua pemimpin ASEAN itu untuk menyelesaikan permasalahan itu secara dwipihak. Kepala Negara bertemu dengan kedua pemimpin ASEAN itu sebagai seorang saudara sesama ASEAN sehingga dapat bertukar pikiran dari hati ke hati.

"Saya sampaikan lebih bagus selesai secara bilateral tanpa harus dibawa ke forum ASEAN apalagi diinternasionalisasikan. Itu tidak baik bagi keluarga besar ASEAN," katanya.

Menurut Presiden Yudhoyono, pertemuan tersebut berlangsung dengan baik, apalagi kedua kepala pemerintahan menyatakan ingin menyelesaikan permasalahannya secara dwipihak.(*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar