Cianjur (ANTARA News) - Empat orang kakak beradik penghuni rumah di Jalan Taipur Yusuf, Cianjur, Jawa Barat, berhasil selamat, ketika api berkecamuk di bagian langit-langit itu.

Api diduga berasal dari arang kayu bekas tukang patri, menambal polongan air yang bocor di bagian belakang rumah tua gaya Belanda itu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Rumah tua yang terbakar itu, selama ini ditempati 4 orang kakak beradik, Cieylokan (71), Kristian Cieylokan (55), Winalokan (60) dan Suwandilokan (50).

Peristiwa kebakaran itu, pertamakali di ketahui Cieylokan ketika berada di dalam kamar tidurnya yang terletak dibagian belakang rumah.

Dimana api telah besar keluar dari balik langit-langit rumah yang terbuat dari bamboo anyam. Api dengan cepat menjalar ke seluruh ruangan yang ada.

"Ketika itu, saya dengar teriakan Ciey, ada api di langit-langit. Kami langsung lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri," kata Kristian.

Selang beberapa menit api dengan cepat membakar seluruh langit-langit dan atap rumah. Bahkan rumah yang sempat dijadikan toko material itu, masih menyimpan banyak bahan yang mudah terbakar.

Dalam hitungan menit rumah dengan gaya Belanda itu, nyaris rata dengan tanah dilahap sijago merah.

Satu unit pemadam kebakaran Kota Cianjur, belum dapat mengusai api yang terus membesar, seiring hujan rintik-rintik dan angin yang bertiup kencang.

Keterangan berhasil dihimpun, asal api diduga berasal dari arang kayu yang jatuh ke langit-langit bekas memantri polongan air yang bocor.

Dimana sebelumnya, Ciey memangil Momon (50) tukang patri, untuk menambal polongan air yang bocor di beberapa bagian.

?Mungkin arang patri itu jatuh ke langit-langit rumah tanpa disadari Momon. Sehigga langit-langit dari bilik itu cepat terbakar. Hanya hitungan menit api sudah besar,? tutur Kristian.

Api akhirnya dapat dipadamkan, setelah 2 unit mobil pemadam kebakaran lainnya datang. Namun api menghanguskan sebagian besar bangunan itu.(*)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar