Bogor (ANTARA News) - Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan (PPK-Depkes) mengirimkan ratusan kantong mayat untuk mengantisipasi korban meninggal sebagai dampak tenggelamnya Kapal Feri Dumai Express 10 di Perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
"Depkes telah mengirim sebanyak 150 kantong mayat, sedangkan penumpang selamat sudah ditangani tenaga kesehatan setempat di Puskesmas," kata Kepala PPK-Depkes dr Rustam S Pakaya, MPH, melalui pesan singkat (SMS) kepada ANTARA, Minggu malam.
Ia menjelaskan, dampak tenggelamnya kapal feri tersebut data hingga pukul 21.00 WIB, korban wafat ditemukan sebanyak 29 orang dan selamat 245 orang.
Sedangkan korban yang dilaporkan hilang 17 orang, dari sebanyak 278 orang penumpang dan 13 anak buah kapal (ABK) kapal feri dengan jalur Batam-Bengkalis-Dumai.
Sementara itu, Biro ANTARA Batam melaporkan, Kepala Seksi Operasi SAR Tanjungpinang Budi Cahyadi mengatakan, hingga Minggu malam pukul 20:10 WIB tercatat sudah sebanyak 25 orang ditemukan dalam keadan meninggal, setelah Kapal Feri Dumai Express 10 tenggelam di perairan Tokong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau sekitar pukul 09.30 WIB.
Sementara 243 korban selamat berhasil dievakuasi tim gabungan dari SAR Tanjungpinang, Pangkalan TNI Angkatan Laut Karimun, Gugus Keamanan Laut Armada Barat dan Kepolisian Perairan Polda Keulauan Riau.
Ia mengatakan, sampai saat ini tim gabungan tersebut masih melakukan pencarian terhadap korban meninggal maupun selamat di sekitar lokasi tenggelam Kapal Feri Dumai Express 10 rute Batam-Bengkalis-Dumai.
Menurut dia, berdasarkan keterangan dari agen Kapal Feri Dumai Express pada pukul 12.30 WIB, jumlah penumpang terdiri atas 213 orang dewasa, anak-anak 25 orang dan anak buah kapal sebanyak 15 orang.
"Berdasarkan data tersebut, maka jumlah penumpang sebanyak 253 orang. Namun, setelah ditemukan 25 orang meninggal dunia dan 243 orang selamat, jumlah penumpang bertambah menjadi 268 orang," katanya.(*)
Depkes Kirim Ratusan Kantong Mayat Korban Dumai
COPYRIGHT © 2009
Top Stories
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Bintang Oscar Habis-habisan Tampil Cantik
- "The Cove" Gondol Oscar, Orang Jepang Ngamuk
- Jusuf Kalla: "Biarlah. Biarlah"
- Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
- Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
- Bioteknologi Hendaknya Perhatikan Kepentingan Petani Kecil






















