Pasukan Pakistan Gagalkan Serangan, Bunuh 11 Militan
Senin, 23 November 2009 01:08 WIB | 1329 Views
Khar, Pakistan (ANTARA News/AFP) - Pasukan Pakistan hari Minggu memukul
balik serangan gerilya di salah satu pos mereka di kawasan suku yang
dilanda kekerasan, menewaskan 11 militan, kata sejumlah pejabat.
Dengan bersenjatakan senapan berat, sekitar 30 hingga 40 militan
melancarkan serangan terhadap pos militer di Rashakai di daerah Bajaur
yang berbatasan dengan Afghanistan, kata pejabat tinggi pemerintah
daerah Adalat Khan kepada AFP.
"Pasukan memukul balik serangan itu, menewaskan 11 militan," kata Khan,
dengan menambahkan bahwa dua prajurit cedera dalam tembak-menembak itu.
Seorang pejabat keamanan lain di daerah itu mengkonfirmasi insiden
tersebut dan mengatakan, militan-militan yang lain melarikan diri
dengan meninggalkan senjata mereka.
Di tempat lain lagi, sejumlah jet tempur membom tempat-tempat
persembunyian militan di daerah Mamound, Bajaur, Minggu, menewaskan
lima gerilyawan.
Militan akhir-akhir ini meningkatkan kegiatan di Bajaur, satu dari
tujuh daerah suku yang berada di bawah pemerintah federal Pakistan
(FATA) di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan, yang dianggap
sebagai markas gerilyawan Taliban dan Al-Qaeda.
Kekerasan meningkat di Bajaur ketika militer Pakistan melakukan ofensif besar-besaran ke kawasan suku Waziristan Selatan.
Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku
Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit
yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
Beberapa analis telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu mereka
akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur dan
tempat lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari Waziristan
Selatan, yang sedang digempur pasukan darat Pakistan.
Pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran terhadap militan
muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari, militer
menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit
berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan
Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah
invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di
Afghanistan.
Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka
melancarkan ofensif di Bajaur pada awal Agustus tahun lalu, termasuk
komandan operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang
berkebangsaan Mesir.
Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.
Terdapat sekitar 70.000 pengungsi Afghanistan di Bajaur, yang tinggal
di sana sejak akhir 1970-an setelah mereka melarikan diri dari invasi
Uni Sovyet ke Afghanistan.
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok
militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali
kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di
Afghanistan.
Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas
kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah
meningkatnya serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap
pasukan internasional di Afghanistan.
Sebanyak 30.000 prajurit Pakistan kini mengambil bagian dalam ofensif
terhadap sekitar 10.000 hingga 12.000 militan di kawasan suku
semi-otonomi Waziristan Selatan yang dilanda kekacauan. Pekerja-pekerja
bantuan mengatakan, ratusan ribu orang mengungsi akibat pertempuran itu.
Militer Pakistan sebelumnya meluncurkan ofensif besar-besaran setelah
Taliban bergerak maju dari Swat ke Buner, ke arah selatan lagi menuju
ibukota Pakistan, Islamabad, setelah Washington menyebut kelompok itu
sebagai ancaman bagi keberadaan Pakistan, negara yang bersenjatakan
nuklir.
Pakistan menyatakan, lebih dari 1.930 militan dan 170 personel keamanan
tewas, namun jumlah kematian itu tidak bisa dikonfirmasi secara
independen.
AS mendukung ofensif militer Pakistan terhadap Taliban di Lembah Swat
dan daerah-daerah baratlaut sekitarnya, yang diluncurkan pada akhir
April setelah serangan-serangan sebelumnya yang menterlantarkan 1,9
juta orang.
Ofensif militer besar itu diluncurkan di distrik-distrik Lower Dir pada
26 April, Buner pada 28 April dan Swat pada 8 Mei. Ofensif itu mendapat
dukungan dari AS, yang menempatkan Pakistan pada pusat strateginya
untuk memerangi Al-Qaeda.
Swat dulu merupakan daerah dengan pemandangan indah yang menjadi tempat
tujuan wisata namun kemudian menjadi markas kelompok Taliban.(*)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2009
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com