Din : Pernyataan SBY Belum Hilangkan Kontroversi
Rabu, 25 November 2009 12:34 WIB | 1473 Views
Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin. (ANTARA/ Wahyu Putro A)
Berita Terkait
Yogyakarta (ANTARA News) - Pernyataan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dalam menyikapi rekomendasi Tim Delapan belum bisa
menghilangkan kontroversi di masyarakat, kata Ketua Umum Pimpinan Pusat
(PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin.
"Pro dan kontra di masyarakat
terkait penyelesaian kasus pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah masih berlanjut
hingga kini," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, usai peringatan Milad (Kelahiran) 100 Tahun Muhammadiyah
di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, pernyataan Presiden SBY tentang
penyelesaian kasus Bibit-Chandra terkesan multitafsir sehingga
menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
"Apalagi hingga kini masyarakat belum melihat bentuk konkret dari
penyelesaian kasus tersebut seperti yang disampaikan dalam
pernyataan Presiden SBY," katanya.
Ia mengatakan pernyataan Presiden SBY masih mengambang, padahal
sebenarnya presiden memiliki kewenangan dan peluang untuk mengambil
keputusan konkret terkait dengan rekomendasi Tim Delapan.
"Saat ini yang diperlukan adalah realisasi di lapangan dari apa yang
telah dinyatakan Presiden SBY. Jadi, yang diperlukan kenyataan bukan
hanya pernyataan," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, jika Presiden SBY ingin memberantas mafia
peradilan sebagaimana yang diyatakannya, semestinya bisa langsung
dilandaklanjuti dengan aksi nyata untuk merealisasikan pernyataan
tersebut.
Ia mengatakan jika ingin mengetahui aliran dana Bank Century, selain
mendorong hak angket di DPR RI, Presiden SBY juga perlu menerbitkan
peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang memungkinkan
PPATK menyerahkan hasil investigasi tentang aliran dana itu.
"Saya berharap proses hak angket DPR RI tidak sekadar basa-basi dan
tidak dimentahkan atau dipantulkan, tetapi benar-benar bisa mengungkap
aliran dana Bank Century sehingga masyarakat bisa mengetahui yang
sebenarnya terjadi," katanya.
Peringatan Milad 100 Tahun Muhammadiyah dihadiri ribuan warga
organisasi Islam tersebut yang datang dari berbagai wilayah di Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya dengan menggunakan berbagai
kendaraan bermotor. (*)Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2009
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com