Jakarta (ANTARA News) - Transkrip rekaman perbincangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar dengan Rani Juliani, diketahui ganda yakni transkrip rekaman yang dikerjakan Puslabfor Mabes Polri dan transkrip yang dikerjakan pakar teknologi informasi, Ruby Zukri Alamsyah.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan Antasari Azhar dalam perkara dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasaruddin Zulkarnaen, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis.

Dalam persidangan, ahli teknologi informasi, Ruby Zukri Alamsyah, menyatakan, dirinya membuat transkrip rekaman sama dengan transkrip Puslabfor yang dikerjakan ahli forensik digital, Muhammad Nuh."Bukti rekaman saya sama dengan milik Puslabfor," katanya.

Meski demikian, ia mengaku bahwa saat dirinya menerima rekaman dari Polda Metro Jaya dalam keadaan tertutup rapat dan diyakini belum pernah ada yang membukanya.

Saat ditanya kuasa hukum Antasari, Hotma Sitompul, soal siapa yang pertama kali membuat transkrip rekaman apakah Puslabfor atau Ruby Zukri Alamsyah, Ruby menjawab tidak tahu.

"Saya tidak tahu siapa yang pertama kali membuat transkrip rekaman," katanya.

Sebelumnya, rekaman perbincangan antara Antasari dengan Rani Juliani, istri siri Nasruddin, dan Antasari dengan dua terdakwa lainnya, yakni, Sigit Haryo Wibisono dan Kombes Pol Wiliardi Wizar, diperdengarkan di ruang sidang.

Serta transkrip rekaman pun dilampirkan dalam berkas, tapi itu hanya bertandakan puslabfor saja.Sementara itu, ahli digital forensik dari Puslabfor, menyatakan, dirinya mendapatkan suara pembanding Antasari Azhar dari penyidik.

"Penyidik memberikan rekaman pembanding plus transkripnya," katanya.Disebutkan, isi rekaman berisikan tentang obrolan perencanaan seperti pembunuhan.

Ketika ditanya kuasa hukum Antasari Hotma Sitompul, apakah M Nuh pernah bertemu dengan Antasari hingga dapat memastikan suara dalam rekaman adalah Antasari, ia mengaku dirinya belum pernah bertemu dengan Antasari.

"Penyidik memberi tahu suara siapa dalam rekaman, saya analisa dari suara pembanding," katanya. (*)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar