Washington (ANTARA News/AFP) - Amerika Serikat menanggapi berhati-hati kabinet baru Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang baru dipilih dan hanya akan bekerja dengan menteri-menteri yang bekerja efisien tanpa korupsi.

"Kami punya banyak pilihan atas apa yang dia buat. Kami prihatin mengenai beberapa pilihan yang dia buat itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley, tentang pemerintah baru Karzai.

"Kami akan terus melakukan proses untuk mengkaji menteri-menteri sangat khusus, dan menghubungi pembantu kami melalui menteri-menteri itu, yang kami pikir bekerja baik dan mengatasi kekhawatiran berkaitan dengan kinerja dan korupsi."

Crowley menambahkan, bahwa pemerintah tampaknya akan menunjuk seseorang yang dipandang bisa bekerjasama secara luas dengan AS.

Namun juga menandaskan, bahwa `kami telah mengatakan kepada Presiden Karzai secara sungguh-sungguh bahwa kami masih prihatin terhadap kinerja pemerintahnya.`

Karzai, yang mengatakan pekan ini bahwa kabinetnya `hampir separu dihuni pendatang baru`, kembali mengendalikan kekuasaan setelah pemilihan presiden yang dinodai kecurangan seperti disebut laporan-laporan yang tersebar luas.

Dia mengumumkan kabinetnya 19 Desember dan menegaskan bahwa setiap menteri akan bertanggungjawab jika dituduh korupsi.

Selama ini, pemerintahnya dicap korupsi dan mendapat kecaman bahwa hal itu menjadi bagian dari meningkatnya popularitas kelompok Taliban.

Daftar kabinet termasuk beberapa wajah lama, yang mendapatkan persetujuan dari masyarakat internasional. Di antaranya adalah dua panglima perang, beberapa bekas menteri, dan beberapa pendatang baru.

Satu-satunya wanita adalah Husn Banu Ghazanfar, menteri urusan wanita, yang pemilihannya memicu kecaman dari kelompok wanita.

Karzai berjanji akan mengajak banyak wanita dalam kabinetnya, meskipun dia tak mengatakan untuk portofolio apa.  Sejumlah 23 dari total 25 menteri yang dipilih telah disampaikan kepada parlemen Sabtu, untuk mendapat persetujuan. (*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2009

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar