Gorontalo (ANTARA News) - Tim penyelidik Mabes Polri menemukan keganjilan di balik motif perusakan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) oleh polisi saat bentrok polisi dengan mahasiswa pada Selasa lalu (29/12).

"Yang ganjil adalah mengapa sampai sebegitu banyak anggota polisi yang masuk bahkan merusak kampus," Kata Sulistyo Prihadi, Tim Penyelidik Mabes Polri.

Dia menilai, seharusnya Polisi hanya mengutus perwakilannya saja untuk meredam emosi kedua belah kubu.

"Jadi sangat disayangkan, karena yang merusak kampus itu justru polisi, yang seharusnya bertugas mengamankan dan melindungi, apalagi penyerangan itu juga meluas hingga ke rumah warga," katanya.

Bentrok yang berlangsung lebih dari lima jam itu dipicu oleh langkah polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa menentang kedatangan Wakil Presiden Boediono di Gorontalo yang dibalas dengan lemparan batu ke arah polisi.

Bentrok berujung dengan disernagkan kampus oleh polisi, yang membuat jatuhnya korban di kubu mahasiswa dan masyarakat biasa, bahkan termasuk wartawan yang meliput peristiwa itu.

Tim penyelidik Polri telah mengantongi petunjuk teknis pengamanan dari Polda dan Polres Kota Gorontalo, terkait kedatangan wapres termasuk lokasi dan pimpinan anggotanya yang diserahi tanggung jawab melakukan pengamanan, terutama di sekitar kampus.

Hingga tujuh hari ke depan, Mabes Polri akan memeriksa dan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui akar permasalahan dan pelaku yang terlibat dalam insiden itu. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010