Caracas (ANTARA News/Reuters) - Venezuela melaporkan, sepanjang tahun 2009 telah menyita 60 ton narkoba, atau 11 persen lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyatakan bahwa kinerja pemberantasan narkotika meningkat setelah negara ini memutuskan kerjasama dengan Amerika Serikat.



Negara Amerika Selatan ini adalah negeri transit narkotika besar untuk kokain Kolumbia ke Eropa dan, sebagian ke Amerika Serikat. Kokain dan mariyuana hampir mendominasi jenis narkoba yang disita Venezuela di sepanjang 2009.



Dituduh terlalu lembek dalam memerangi kejahatan narkotika dan berkolusi dengan pemberontak Kolumbia yang menyelendupkan narkotika untuk membiayai pemberontakannya, pemerintahn Presiden Hugo Chavezmelancarkan tindakan penangkalan terutama tahun-tahun belakangan ini.



"Gambaran 2009 menunjukkan kinerja pemerintah dalam memerangi narkoba sehingga membuat Venezuela menjadi salah satu negara yang paling efektif memerangi kejahatan narkoba," demikian kantor berita nasional ABN.



Di tengah memburuknya hubungan bilateral, Chavez menghentikan kerjasama dengan Badan Anti Narkotika AS (DEA) pada 2005.



Ketua Lembaga Narkotika Nasional Venezuela Nestor Reverol menyatakan penyitaan dan pemberangusan narkotika tingkat tinggi menunjukkan pemerintah AS mempunyai kebijakan penghambatan, untuk mencegah pengurangan penyakit sosial ini.



Sebagai pengkritik Washington paling vokal di Amerika Latin, Chavez berulangkali menyatakan konsumsi narkoba di AS dan Eropa adalah faktor utama yang mendorong perdagangan haram obat-obatan terlarang itu.



Berdasarkan data statistik badan antinarkotika negara itu, antara 1 Januari sampai 24 Desember 2009, kokain mengambil porsi 27,5 ton atau 45,9 persen dari semua jenis narkoba yang disita, sedangkan mariyuana mencapai 32,2 ton atau 53,8 persen dari total narkoba sitaan.



Pada 2008, kokain yang disita mencapai 33,6 ton atau 61,5 persen dari total narkotika tersita, sedangkan mariyuana mencapai 20,7 ton atau 37,9 persen dari total narkotika yang disita.



Pada November, seorang pejabat AS menyatakan masalah penyelundupan narkoba melewati Venezuela meningkat lebih buruk sejak Chavez mengakhiri kerjasama dengan Amerika Serikat.



Kebanyakan dari kokain Kolumbia yang diselundupkan ke luar Amerika Selatan lewat udara menuju pasar AS, diselundupkan lewat Venezuela, kata David Johnson, Asisten Menteri Luar Negeri AS yang mengepalai Biro Narkotika Internasional dan Kerjasama Penegakkan Hukum AS. (*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar