Pasukan Pakistan Tembak Mati Prajurit Perbatasan India
Selasa, 12 Januari 2010 00:11 WIB | 1343 Views
Srinagar, India (ANTARA News/AFP) - Pasukan Pakistan menembak mati
seorang prajurit penjaga perbatasan India, Senin, selama kontak senjata
di perbatasan de fakto yang memisahkan Kashmir antara kedua negara
tetangga yang berkekuatan nuklir itu, kata beberapa pejabat India.
Peristiwa itu terjadi di distrik pegunungan Poonch, sekitar 500
kilometer sebelah selatan Srinagar, ibukota musim panas Kashmir India.
"Prajurit itu tewas dalam penembakan dari seberang Garis Pengawasan,"
kata seorang jurubicara Pasukan Keamanan Perbatasan India, menunjuk
pada perbatasan de fakto itu.
Ia menyalahkan pasukan Pakistan atas penembakan tersebut dan
menyebutnya sebagai pelanggaran lain atas gencatan senjata yang
dilakukan oleh orang Pakistan.
Pasukan India membalas tembakan itu, namun belum diketahui apakah ada korban di sisi perbatasan Pakistan.
Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan, dua
negara berkekuatan nuklir yang mengklaim secara keseluruhan wilayah itu.
Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah
Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim
di India yang penduduknya beragama Hindu.
Gencatan senjata disepakati di sepanjang Garis Pengawasan pada 2003 dan
perundingan perdamaian dimulai pada tahun berikutnya. Sejak itu,
terjadi bentrokan-bentrokan sporadis dan kedua pihak saling melontarkan
tuduhan mengenai pelanggaran gencatan senjata.
Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan --
tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.
Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau
penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.
New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India.
Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral
dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib
mereka sendiri.
Serangan-serangan tahun 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan
India, telah memperburuk hubungan antara India dan Pakistan.
New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004
setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan
lebih dari 166 orang.
India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan
terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu --
tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad
membantah tuduhan tersebut.
Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok
dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di
Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001.
Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.
India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan
serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad
daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi
mereka.
Perdana Menteri India Manmohanh Singh mengatakan pada pertengahan Juli
bahwa perundingan perdamaian dengan Pakistan akan tetap tertahan sampai
negara itu menindak orang-orang yang bertanggung jawab atas serangan di
Mumbai tahun lalu.
Pernyataan Singh itu tampaknya bertentangan dengan sebuah pernyataan
bersama dengan PM Pakistan Yusuf Raza Gilani dimana kedua pemimpin
tersebut mengatakan bahwa tindakan terhadap terorisme "tidak boleh
dikaitkan" dengan proses dialog tersebut.
Dalam pernyataannya kepada media India, Singh mengatakan, "Harus ada
upaya-upaya jujur serius untuk menjembatani kesenjangan yang memisahkan
kedua negara itu."
Pada Agustus, Pakistan menjamin kepada India mengenai kerja sama penuh
mereka dalam mencegah aksi teror baru setelah peringatan dari Singh
bahwa militan di Pakistan sedang merencanakan serangan-serangan baru.
Perdana Menteri Pakistan itu juga berjanji melakukan segala sesuatu
untuk membawa mereka yang bertanggung jawab atas serangan Mumbai ke
pengadilan.
Pakistan telah menangkap sejumlah orang yang dituduh terlibat dalam
serangan itu, termasuk tersangka dalang Zakiduddin Lakhvi.(*)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com