Jakarta (ANTARA News) - Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Rabu sore, ditutup relatif stabil, hanya melemah 10 poin ke posisi 9.180/9.190 per dolar AS dari posisi penutupan kemarin 9.170/9.180 per dolar AS.

Pelaku pasar cenderung hati-hati dan menahan diri karena adanya laporan bahwa bank central sebagian negara Asia akan menaikkan suku bunga seperti di China dan India, kata pengamat pasar uang Krisna Dwi Setiawan.

Masih berlangsungnya sejumlah pembahasan mengenai kasus Bank Century di DPR juga berpengaruh terhadap pasar, terlebih dalam dua hari ini Pansus memanggil sejumlah pejabat tinggi pemerintahan untuk dimintai keterangan.

Sikap hati-hati pasar menyebabkan volume transaksi hingga sore hari relatif kecil.

Meski menghadapi tekanan, rupiah masih aman karena masih berada di bawah level 9.200 per dolar.

"Kita lihat saja perdagangan berikutnya apakah rupiah akan kembali terkoreksi atau bergerak naik," ucapnya.

Faktor lain yang membuat pelaku pasar kurang agresif adalah dibatalkannya penerbitan obligasi dalam bentuk dolar di pasar domestik senilai 2 miliar dolar AS.

Penerbitan obligasi dalam dolar akan diganti menjadi rupiah dengan nilai Rp18 triliun yang diterbitkan secara bertahap.

Penerbitan obligasi itu, menurut dia dalam upaya mencari dana segar untuk mendorong program pemerintah terutama sektor riil yang masih berjalan lambat.
(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar