Kelompok Bersenjata Culik 3 Orang di Delta Niger
Senin, 18 Januari 2010 23:40 WIB | 892 Views
Abuja (ANTARA News/Reuters) - Kelompok bersenjata menculik tiga orang
Nigeria dari kapal mereka Minggu di lepas pantai Delta Niger yang kaya
minyak, kata dua sumber keamanan, Senin.
Ketiga orang itu, yang
dipekerjakan oleh Atlantic Shipping Nigeria Limited, diculik ketika
sedang dalam perjalanan di lepas pantai Bonny di negara bagian Rivers,
Nigeria selatan, kata sumber-sumber itu.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan tersebut.
"Kami mengetahui bahwa semua awak adalah orang Nigeria," kata satu sumber keamanan yang menolak disebutkan namanya.
Pekan lalu, kelompok bersenjata menculik tiga warga Inggris dan seorang
Kolombia dalam serangan terhadap konvoi mereka di dekat Port Harcourt,
ibukota negara bagian Rivers.
Media setempat melaporkan bahwa penculik menuntut uang tebusan 300 juta
naira (1,98 juta dolar) bagi pembebasan keempat warga asing itu.
Keempat orang itu, yang bekerja untuk perusahaan minyak besar
Inggris-Belanda Shell, diculik Selasa di lokasi antara kota minyak Port
Harcourt dan daerah berdekatan Aba di negara bagian Abia.
Kelompok bersenjata itu menembak mati polisi pengawal orang-orang asing
itu dan melukai supir mereka selama serangan tersebut.
Jurubicara kepolisian Negara Bagian Abia, Ali Okechukwu, mengatakan
kepada AFP, komando kepolisian di wilayah itu belum melakukan kontak
baik dengan penculik maupun orang-orang asing itu.
Insiden itu merupakan penculikan besar pertama di Nigeria selatan sejak
Juli lalu dan terjadi setelah masa tenang pasca program amnesti
pemerintah, dimana ribuan militan di Delta Niger yang kaya minyak
meletakkan senjata mereka.
Pada Juni, Presiden Nigeria Umaru Yar`Adua melakukan salah satu upaya
paling serius untuk mengendalikan kerusuhan yang membuat Nigeria gagal
memproduksi lebih dari duapertiga kapasitas minyaknya, sehingga negara
itu rugi milyaran dolar, dengan menawarkan amnesti tanpa syarat kepada
gerilyawan.
Lebih dari 15.000 gerilyawan di daerah penghasil minyak Delta Niger
dikabarkan telah menyerahkan senjata mereka dan menerima pengampunan
tanpa syarat berdasarkan program presiden tersebut.
Program amnesti tawaran Yar`Adua itu, yang diberlakukan dari 6 Agustus
hingga 4 Oktober, bertujuan melucuti senjata militan, mendidik dan
merehabilitasi militan dan penjahat di Delta Niger.
Sebagai bagian dari upaya amnesti itu, pemerintah pada 13 Juli
membebaskan Henry Okah, seorang pemimpin MEND, setelah tuduhan
terhadapnya dibatalkan.
MEND menanggapi langkah itu dengan mengumumkan gencatan senjata 60 hari dalam "perang minyak" mereka.
Gerakan bagi Emansipasi Delta Niger (MEND), kelompok paling lengkap
persenjataannya diantara sejumlah kelompok pemberontak yang beroperasi
di wilayah selatan penghasil minyak, mengklaim melancarkan sejumlah
serangan sejak pemerintah Nigeria menawarkan amnesti pada Juni.
MEND telah mendesak semua perusahaan minyak yang masih beroperasi di
Delta Niger segera pergi, dengan mengancam melancarkan
serangan-serangan baru.
MEND bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap
perusahaan-perusahaan minyak besar yang mencakup Shell, Chevron dan
Agip.
Serangan-serangan itu sempat membuyarkan harapan bahwa tawaran amnesti akan menciptakan masa tenang.
Delta Niger sejak 2006 dilanda kerusuhan oleh kelompok-kelompok
bersenjata yang menyatakan berjuang untuk pembagian lebih besar dari
kekayaan minyak di kawasan itu bagi penduduk setempat.
Kerusuhan itu telah menurunkan ekspor minyak Nigeria menjadi 1,8 juta
barel per hari, dari 2,6 juta barel tiga setengah tahun lalu.
Militer Nigeria memulai ofensif terbesar dalam beberapa tahun ini pada
pertengahan Mei, dengan membom kamp-kamp militan di sekitar Warri di
negara bagian Delta dari udara dan laut dan mengirim tiga batalyon
pasukan untuk menumpas pemberontak yang diyakini telah melarikan diri
ke daerah-daerah sekitar.
Militer menyatakan tidak bisa berpangku tangan lagi setelah
serangan-serangan terhadap pasukan, pemboman pipa minyak dan pembajakan
kapal minyak, yang semuanya membuat Nigeria gagal mencapai produksi
penuhnya selama beberapa tahun ini.
Geng-geng kriminal juga memanfaatkan keadaan kacau dalam penegakan
hukum dan ketertiban di wilayah itu. Lebih dari 200 warga asing diculik
di kawasan delta tersebut dalam dua tahun terakhir. Hampir semuanya
dari orang-orang itu dibebaskan tanpa cedera.
Nigeria adalah produsen minyak terbesar Afrika namun posisi tersebut
kemudian digantikan oleh Angola pada April tahun 2008, menurut
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).(*)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com