Menteri ESDM Canangkan Penggunaan Smartcard BBM Bersubsidi
Kamis, 21 Januari 2010 19:04 WIB | 1266 Views
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh. (ANTARA)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, dijadwalkan, Jumat (22/1) memulai pencanangan penggunaan Smartcard (kartu fasilitas) untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Penggunaan Smartcard ini merupakan implementasi sistem pemantauan penggunaan volume BBM bersubsidi untuk transportasi darat hasil rancangan Tim BPH (Badan Pengatur Hilir) Migas yang bermanfaat untuk melakukan pemantauan pendistribusian jenis BBM tertentu jenis bensin premium dan minyak solar.
"Pembangunan sistem pengawasan malalui Smartcard BBM adalah bukti nyata kesungguhan pemerintah dalam upaya pelaksanaan pendistribusian jenis BBM tertentu bagi masyarakat secara tepat," ujar Darwin di Jakarta, Kamis.
Menurut Menteri, selain dilatarbelakangi pendistribusian jenis BBM tertentu yang masih kurang tepat sasaran, pembangunan sistem tersebut juga didasari pada semakin meningkatnya konsumsi jenis BBM tertentu yang mengakibatkan beban subsidi yang ditanggung APBN semakin besar.
Secara umum, lanjutnya, sistem ini merupakan bentuk pengawasan/monitoring terhadap pendistribusian jenis BBM tertentu yang berbasis teknologi informasi dimana akan melakukan pencatatan dan perekaman terhadap realisasi penyaluran Jenis BBM tertentu di SPBU dengan menggunakan barcode dan kartu fasilitas sebagai identifikasi kendaraan bermotor dan konsumen.
Pada tahap persiapan, akan dilakukan instalasi perangkat penunjang di setiap SPBU diantaranya server SPBU, EDC, barcode scanner, microcontroller, dan instalasi jaringan internet.
Selain itu disiapkan pula server utama di BPH Migas yang akan menampung data hasil rekaman masing-masing titik SPBU yang dikirim secara online melalui jaringan internet dengan terlebih dahulu dilakukan enkripsi data sehingga memiliki tingkat keamanan tinggi.
Sementara itu, dari sisi kendaraan bermotor dilakukan registrasi terhadap kendaraan bermotor yang berhak mendapatkan jenis BBM tertentu di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang sekaligus diberikan identifikasi berupa stiker barcode yang ditempelkan pada kendaraan bermotor.
Personalisasi data pemilik kendaraan digunakan untuk identifikasi konsumen menggunakan kartu fasilitas (Smartcard) yang nantinya dapat digunakan sebagai alat pembayaran nontunai seperti e-toll card maupun flazz card.
Implementasi sistem mulai dilaksanakan oleh Tim BPH Migas di SPBU-SPBU pada awal Desember 2009 dan terus berjalan sampai dengan saat ini. Setiap kendaraan yang akan membeli premium maupun minyak solar akan dimintai identifikasi barcode oleh petugas dan dilakukan pemindaian menggunakan barcode scanner sekaligus melakukan pelayanan pembelian.
Apabila pembeli menggunakan kartu fasilitas, maka akan dilakukan pengurangan saldo yang ada di dalam kartu menggunakan alat EDC yang telah terinstal di SPBU, namun apabila pembeli membeli secara tunai, petugas hanya akan melakukan input volume pada alat yang telah terpasang di SPBU.
"Pengisian kartu fasilitas dilakukan dengan menggunakan sistem voucher/isi ulang yang telah disiapkan pada lokasi-lokasi tertentu. Masyarakat yang memiliki kartu bisa menggunakan kartunya apabila telah diisi terlebih dahulu," katanya.(*)Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com