Serangan Pakistan Tewaskan 34 Militan
Senin, 1 Februari 2010 23:25 WIB | 1201 Views
Khar, Pakistan (ANTARA News/AFP) - Sejumlah pejabat Pakistan
mengatakan, Senin, pasukan yang didukung pesawat tempur dan helikopter
meriam melancarkan serangan yang menewaskan 34 militan, setelah
serangan bom bunuh diri di dekat perbatasan dengan Afghanistan.
Korps Perbatasan (FC) paramiliter meningkatkan ofensif dengan sasaran
tempat-tempat persembunyian Taliban di distrik Bajaur, sementara
pasukan terus menggempur daerah-daerah sekitar kota Mamoond dan
Salarzai.
"Tigapuluh-empat militan tewas dan sejumlah orang cedera dalam dua hari
ini," kata Abdul Malik, seorang pejabat pemerintah daerah, kepada AFP
melalui telefon.
"Pasukan darat menggempur tempat persembunyian itu dengan artileri,
sedang jet-jet tempur melancarkan serangan udara dan helikopter membom
pangkalan mereka," tambahnya.
Dalam sebuah pernyataan Senin, FC mengatakan, satu prajurit tewas dan
11 orang terluka dalam bentrokan yang terjadi setelah serangan terhadap
pos pemeriksaan militer oleh pembom bunuh diri yang menewaskan 17 orang
di kota utama wilayah itu, Khar, pada Sabtu.
Mamoond, sekitar 12 kilometer sebelah baratlaut Khar, dan daerah
berdekatan Salarzai terkenal sebagai tempat persembunyian Taliban.
Pasukan belum berhasil membersihkan daerah itu dalam ofensif terdahulu.
Pakistan memberlakukan larangan keluar rumah di Khar, Mamoond dan Salarzai, dan menutup semua jalan utama di daerah itu.
Beberapa pejabat keamanan dan intelijen mengkonfirmasi serangan darat
dan udara itu dengan mengatakan bahwa militan mengalami "kerugian
besar".
Bajaur terletak di ujung utara kawasan suku semi-otonomi di sepanjang
perbatasan Afghanistan dam kerusuhan meningkat di wilayah itu dalam
beberapa pekan terakhir ini ketika pasukan keamanan berusaha
menghancurkan tempat-tempat persembunyian Taliban.
Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan
Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah
invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di
Afghanistan.
Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku
Waziristan Selatan pada 17 Oktober, dengan mengerahkan 30.000 prajurit
yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.
Meski terjadi perlawanan di Waziristan Selatan, banyak pejabat dan
analis yakin bahwa sebagian besar gerilyawan Taliban telah melarikan
diri ke daerah-daerah berdekatan Orakzai dan Waziristan Utara.
Waziristan Utara adalah benteng Taliban, militan yang terkait dengan
Al-Qaeda dan jaringan Haqqani, yang terkenal karena menyerang pasukan
Amerika dan NATO di Afghanistan, dan AS menjadikan daerah itu sebagai
sasaran serangan rudal pesawat tak berawak.
Beberapa analis juga telah memperingatkan bahwa Taliban dan sekutu
mereka akan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan di Bajaur
dan kawasan suku lain lagi untuk mengalihkan fokus perhatian dari
Waziristan Selatan.
Pasukan keamanan melakukan operasi besar-besaran terhadap militan
muslim di Mohmand dan Bajaur pada Agustus 2008. Pada Februari 2009,
militer menyatakan bahwa Bajaur bersih setelah pertempuran sengit
berbulan-bulan, namun kerusuhan terus berlangsung.
Menurut militer, lebih dari 1.500 militan tewas sejak mereka
melancarkan ofensif di Bajaur pada awal Agustus 2008, termasuk komandan
operasional Al-Qaeda di kawasan itu, Abu Saeed Al-Masri yang
berkebangsaan Mesir.
Daerah itu juga dihantam serangan rudal yang hampir mengenai Zawahiri, orang kedua Osama bin Laden, pada Januari 2006.
Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok
militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali
kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di
Afghanistan.
Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas
kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah
meningkatnya serangan-serangan lintas-batas pemberontak terhadap
pasukan internasional di Afghanistan.(M014/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com