Jakarta (ANTARA News) - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa ditutup melemah, investor memanfaatkan minimnya faktor positif untuk mengambil keuntungan.

Indeks BEI turun 7,298 poin atau 0,28 persen menjadi 2.580,251 poin dan indeks LQ-45 ditutup pada 503,862, melemah 1,076 poin atau 0,21 persen.

Perdagangan hari ini berlangsung lebih sepi dan pelaku pasar melepas saham-sahamnya menyusul memburuknya pasar regional.

Selain itu bank sentral China juga memutuskan untuk memperketat pengucuran kredit kepada masyarakat guna menahan lajunya pertumbuhan ekonomi China, katanya.

Ahmad Riyadi mengatakan, kondisi pasar regional seperti ini mengakibatkan pelaku yang semula aktif bermain di pasar mengurangi kegiatannya dan cenderung melepas saham yang dimilikinya.

"Kami optimis pasar pada hari berikut akan kembali melesunya," ujarnya.

Sementara itu, Analis PT Valbury Asia Securitie Krisna Dwi Setiawan mengatakan, pergerakan BEI mengikuti pasar regional, kalau pasar regional melemah maka pergerakan BEI juga kurang menguntungkan.

Saham Bakri dan industri otomotif yang merupakan saham pendorong di pasar, tidak banyak diminati pelaku pasar sehingga sahamnya bertahan, katanya.

Ia mengatakan, pelaku pasar semula memperkirakan bank sentral Australia akan menaikkan suku bunganya yang memicu pelaku aktif membeli saham, meski akhirnya suku bunga tidak diubah (tetap).

Selain itu saham perbankan di dalam negeri juga kurang diminati pelaku pasar lokal sehingga belum ada dukungan terhadap indeks BEI.

Saham-saham yang mengalami penurunan antara lain saham Bukit Asam melemah Rp250 menjadi Rp6.100, saham Indosat turun Rp200 menjadi Rp16.500 dan saham Mayora berkurang Rp150 menjadi Rp460.
(*)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar