Konvoi Palang Merah Nyaris Celaka Dalam Ledakan di Gaza
Kamis, 4 Februari 2010 23:12 WIB | 1161 Views
Gaza (ANTARA News/Reuters) - Ledakan pinggir jalan di Jalur Gaza hari
Kamis menghancurkan jendela sebuah jeep yang menjadi bagian dari konvoi
Palang Merah, namun tidak ada yang terluka dalam insiden itu, kata
organisasi tersebut.
Penduduk yang tinggal di daerah berdekatan
mengatakan kepada Reuters, mereka yakin ledakan itu berasal dari bom
pinggir jalan.
Seorang jurubicara Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengatakan, ledakan
itu mungkin disebabkan oleh bom Israel yang tidak meledak.
"Konvoi tersebut sedang dalam perjalanan menuju lintasan Erez (yang
dikuasai Israel) ketika ledakan itu terjadi di pinggir jalan," kata
Eyad Naser, jurubicara Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di
Gaza, kepada Reuters.
"Akibat ledakan yang kuat, jendela satu jeep hancur, namun rombongan
kendaraan terus pergi ke Erez dan mereka telah meninggalkan Gaza,"
tambahnya.
Konvoi Palang Merah meninggalkan Jalur Gaza secara rutin setiap Kamis melalui rute Erez.
Serangan-serangan terhadap warga asing jarang terjadi di Gaza dalam dua tahun ini.
Namun, kelompok-kelompok garis keras baru yang diilhami Al-Qaeda
meningkatkan serangan bom terhadap tempat-tempat di Gaza seperti kafe
Internet dan sekolah serta bangunan Kristen.
Kelompok-kelompok itu berusaha membangkang kekuasaan Hamas di Gaza dan
mengecam para pemimpinnya karena tidak melaksanakan hukum Islam yang
ketat.
Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah
mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud
Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari.
Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel.
Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang
dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas.
Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza dua setengah tahun lalu, masih
terlibat dalam konflik dengan Israel, yang menarik diri dari wilayah
pesisir itu pada 2005 namun tetap memblokadenya.
Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008.
Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi
tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan
darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan
kutukan dari berbagai penjuru dunia.
Pasukan Israel juga berulang kali membom daerah perbatasan Gaza dengan
Mesir sejak mereka memulai ofensif pada 27 Desember 2008 dalam upaya
menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup yang menghubungkan
wilayah miskin Palestina itu dengan Mesir.
Angkatan udara Israel membom lebih dari 40 terowongan yang
menghubungkan wilayah Jalur Gaza yang diblokade dengan gurun Sinai di
Mesir pada saat ofensif itu dimulai.
Terowongan-terowongan yang melintasi perbatasan itu digunakan untuk
menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza yang terputus
dari dunia luar karena blokade Israel sejak Hamas menguasainya pada
2007.
Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang
Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah
besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri
penembakan roket dari Gaza. Tigabelas warga Israel tewas selama perang
itu.
Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza
yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel.(M014/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com