Kupang (ANTARA News) - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengatakan kesepakatan perdagangan bebas Cina-ASEAN (CAFTA) mengancam produk manufaktur dalam negeri Indonesia.
"Ini risiko dari sebuah kesepakatan perdagangan bebas. Dan, saya melihat, kita belum siap untuk menghadapi CAFTA," kata Ketua Umum DPP PDIP itu ketika membuka Konferensi Daerah III DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Senin.
Putri proklamator Bung Karno itu mencontohkan, NTT dengan produk kain tenun ikat yang luar biasa, bisa kalah bersaing dengan produk serupa dari Cina atau kawasan ASEAN lain di pasaran jika tidak dikemas dengan lebih baik dan profesional.
"Kain Batik khas Indonesia saja sudah bisa ditiru oleh negara lain dengan mengklaim sebagai produk negaranya. Ini sebuah ancaman yang serius bagi industri manufaktur di dalam negeri," katanya.
Megawati meminta perhatian pemerintah daerah untuk memperhatikan masalah ini dengan lebih serius.
"Jangan kita hanya mengutak-atik anggaran belanja dalam APBD saja, tetapi bagaimana kita mempersiapkan masyarakat kita untuk menghadapi perdagangan global ini," ujarnya.
Mantan presiden itu meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan produk lokal yang menjadi unggulan daerahnya masing-masing.
"Jika produk unggulan NTT adalah kain tenun ikat, misalnya, maka produk tersebut harus tetap dipertahankan kualitas dan performanya agar tetap diminati di pasar bebas. Di sinilah letak peran pemerintah daerah dalam melindungi usaha rakyatnya," kata Megawati.
Ketika menjabat presiden, Megawati mengatakan bahwa saat itu dia melarang mengimpor beras, gula dan tekstil agar tetap melindungi hasil petani di dalam negeri sebagai salah satu upaya untuk memperbaiki ekonomi petani.
"Jika semua serba impor, apa jadinya dengan para petani tebu, beras dan tekstil di Indonesia? Kondisi semacam ini yang perlu diperhatikan sehingga tidak mengorbankan rakyat," tambah Megawati. (*)
L003/D009/AR09
Megawati: CAFTA Ancam Produk Dalam Negeri
COPYRIGHT © 2010
Baca Juga
Top Stories
- Lapan: Badai Matahari 2012 Bukan Kiamat
- Bintang Oscar Habis-habisan Tampil Cantik
- "The Cove" Gondol Oscar, Orang Jepang Ngamuk
- Jusuf Kalla: "Biarlah. Biarlah"
- Asteroid Raksasa Penyebab Kepunahan Dinosaurus
- Pertumbuhan Teknologi Mobile Tertinggi di Pedesaan
- Bioteknologi Hendaknya Perhatikan Kepentingan Petani Kecil























Komentar Pembaca