Sri Lanka Bebaskan Seluruh Prajurit Anak Akhir Mei
Sabtu, 20 Februari 2010 01:00 WIB | 1249 Views
Kolombo (ANTARA News/AFP) - Sri Lanka hari Jumat menyatakan akan
membebaskan semua prajurit Macan Tamil anak-anak yang ditahan pada
akhir Mei dan menyatukan mereka lagi dengan keluarga mereka.
Pasukan pemerintah mengalahkan pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam
(LTTE) pada Mei tahun lalu, mengakhiri perang 37 tahun mereka untuk
mendirikan sebuah negara merdeka di wilayah utara negara itu.
Lebih dari 500 prajurit anak menyerah kepada militer pemerintah dan
dihadapkan ke sebuah pengadilan sebelum didaftar untuk program
rehabilitasi satu tahun.
"Program pelatihan mereka berakhir pada 22 Mei dan kami mengambil
langkah-langkah untuk membebaskan mereka semua kepada keluarga mereka,"
kata Ketua Perlindungan Anak Nasional Jagath Wellawatte.
Ia menyatakan, keluarga bisa mengajukan permohonan kepada pengadilan
agar anak-anak mereka tetap berada dalam penjagaan pemerintah sehingga
mereka bisa bersekolah dan mengikuti pelatihan keterampilan jika mereka
ingin.
Lebih dari 200 anak saat ini belajar di Kolombo dan hampir 300 lain
dilatih berbagai keterampilan yang mencakup rias rambut, pertukangan
dan pemasangan pipa ledeng di kota Vavuniya, Sri Lanka utara, kata
Komisaris Jendral Rehabilitasi Brigjen Sudantha Ranasinghe.
Ia menyatakan, sekitar 12.000 pemberontak Macan Tamil menyerahkan diri
kepada pasukan pemerintah dan yang lain ditangkap diantara sekitar
hampir 300.000 warga sipil yang ditahan di kamp-kamp pemerintah selama
tahap-tahap akhir perang pada tahun lalu.
Pemerintah Sri Lanka pada 18 Mei mengumumkan berakhirnya konflik
puluhan tahun dengan Macan Tamil setelah pasukan menumpas sisa-sisa
kekuatan pemberontak tersebut dan membunuh pemimpin mereka, Velupillai
Prabhakaran.
Pernyataan Kolombo itu menandai berakhirnya salah satu konflik etnik
paling lama dan brutal di Asia yang menewaskan puluhan ribu orang dalam
berbagai pertempuran, serangan bunuh diri, pemboman dan pembunuhan.
Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) juga telah mengakui bahwa
Velupillai Prabhakaran tewas dalam serangan pasukan pemerintah Sri
Lanka.
Juga dinyatakan tewas dalam operasi final militer adalah dua deputi
Prabhakaran -- pemimpin Macan Laut Kolonel Soosai dan kepala intelijen
LTTE Pottu Amman.
Tokoh penting lain Macan Tamil yang juga tewas adalah putra Prabhakaran
dan calon penggantinya, Charles Anthony (24), pemimpin sayap politik B.
Nadesan dan pemimpin Sekretariat Perdamaian LTTE yang sudah tidak
berfungsi lagi, S. Pulideevan.
Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse telah beberapa kali mendesak
pemberontak Macan Tamil menyerah untuk menghindari pembasmian total.
Rajapakse, yang juga panglima tertinggi angkatan bersenjata, juga
menolak seruan-seruan bagi gencatan senjata dan menekankan bahwa Macan
Tamil harus meletakkan senjata dan mengizinkan warga sipil keluar dari
daerah-daerah yang masih mereka kuasai.
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak LTTE meningkat
sejak pemerintah secara resmi menarik diri dari gencatan senjata enam
tahun pada Januari 2008.
Pembuktian independen mengenai klaim-klaim jumlah korban mustahil
dilakukan karena pemerintah Kolombo melarang wartawan pergi ke
zona-zona pertempuran.
Sekitar 15.000 pemberontak Tamil memerangi pemerintah Sri Lanka dalam
konflik etnik itu dalam upaya mendirikan sebuah negara Tamil merdeka.
Masyarakat Tamil mencapai sekitar 18 persen dari penduduk Sri Lanka
yang berjumlah 19,2 juta orang dan mereka terpusat di provinsi-provinsi
utara dan timur yang dikuasai pemberontak. (M014/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com