Jember  (ANTARA News) - Kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis, Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya anjlok di Desa Sukoreno, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Jatim, Minggu siang.

Asisten masinis KA Mutiara Timur, M. Hafid A saat dihubungi mengatakan, sedikitnya tujuh gerbong dari delapan gerbong yang ada anjlok dan keluar jalur rel KA, sehingga kereta terhenti di KM 120.

"KA Mutiara Timur anjlok sekitar pukul 11.30 WIB, tidak ada penumpang yang terluka. Semua penumpang selamat," ujar Hafid.

KA Mutiara Timur yang anjlok tersebut, terdiri atas delapan gerbong penumpang dan satu lokomotif. KA tersebut membawa sebanyak 264 penumpang dari stasiun Banyuwangi menuju Surabaya.

Ia menjelaskan, kecepatan laju KA sekitar 45 kilometer per jam, sehingga kecelakaan KA tidak disebabkan pada faktor kecepatan KA.

"Saya tidak tahu penyebab anjloknya KA Mutiara Timur karena sejumlah petugas KA sedang menyelidiki," ucapnya.

Kejadian itu membuat ratusan penumpang panik, dan berusaha keluar dari gerbong KA, bahkan para penumpang membawa barang-barangnya keluar KA.

Salah seorang penumpang, Suratman, mengeluhkan anjloknya KA Mutiara Timur, sehingga perjalanannya ke Sidoarjo terlambat beberapa jam.

"Saya minta pihak PT KA Daop IX Jember memperbaiki bantalan rel yang lapuk, sehingga kecelakaan KA tidak terjadi lagi," ujarnya.(C004/A038)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar