NTT Adukan Langsung Pencemaran Laut Timor ke Australia
Senin, 8 Maret 2010 15:23 WIB | 1164 Views
Kupang (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya akan membawa soal pencemaran di Laut Timor ketika menghadiri sebuah forum di Australia, mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi negara itu pada 8-13 Maret, demikian Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay di Kupang, Senin.
Esthon mengatakan, Lebu Raya juga akan membawa sejumlah persoalan regional yang berkaitan langsung dengan NTT, termasuk kerjasama dengan LSM, promosi pertanian, peternakan dan pariwisata.
Frans Lebu Raya telah bertolak dari Kupang Senin pagi untuk bergabung dengan rombongan Presiden malam hari ini.
Foenay mengatakan, pencemaran Laut Timor akibat tumpahan minyak mentah dari ladang minyak Montara milik Australia di Celah Timor tahun lalu telah menjadi isu internasional dan mengganggu masyarakat pesisir pantai Kabupaten Timor Tengah Selatan, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
Dai mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTT, telah meminta Australia membayar kompensasi tertentu atas kerugian yang dialami warga pesisir itu, tidak hanya karena matinya rumput laut yang dibudidayakan warga, tetapi juga banyak biota laut sehingga hasil tangkapan nelayan berkurang.
Selain mengadukan soal pencemaran Laut Timor, Gubernur Lebu Raya juga akan menyampaikan peluang investasi di bidang pertanian dan peternakan.
Dalam peternakan, tipe sapi pedaging di Australia sama dengan sapi di Timor dan karakteristik wilayah utara Australia nyaris sama dengan Timor yang kering, ditumbuhi semak belukar dan pohon kayu putih.
Gubernur hyfa akan mempromosikan objek wisata di NTT kepada masyarakat Australia, apalagi wilayah NTT relatif mudah dijangkau Australia, hanya satu setengah jam dari Darwin. Australia Utara ke Kupang.(*)
K006/A035/AR09Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com