Pangkalpinang (ANTARA) News- Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Eko Maulana Ali, menilai, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)cukup layak dan strategis di provinsi itu.

"Pembangunan PLTN cukup layak dan strategis di provinsi ini untuk mengatasi persoalan krisis listrik," katanya di Pangkalpinang, Selasa.

Menurut dia, Babel sebagai provinsi kepulauan yang secara geografis terletak di tengah-tengah sangat memungkinkan untuk dibangun PLTN.

"Tentu pembangunan PLTN ini tidak rencana jangka pendek, tetapi adalah jangka panjang yang membutuhkan proses dan kajian mendalam," ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan PLTN ini sudah menggunakan teknologi tinggi dan canggih sehingga harus melalui kajian secara ilmiah.

"Sebelum dibangun tentu harus ditinjau berbagai aspek yang tidak merugikan daerah dan masyarakat," ujarnya.

Pembangunan PLTN itu bukan tidak mungkin mengingat persediaan batu bara dan minyak bumi akan habis.

"Ketika produksi batu bara dan minyak bumi mulai berkurang, tentu PLTN menjadi solusi yang strategis untuk menjamin ketersediaan listrik di provinsi ini," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim, menyatakan pemerintah Bangka Belitung telah menyediakan dua lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yaitu Pulau Lepar di Bangka Selatan dan Pulau Nanduk.

"Dua pulau seluas 2.407 hektar itu cukup strategis dibangun PLTN karena tidak berpenghuni," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan PLTN akan membantu pasokan listrik Jawa-Sumatera dan dia yakin masyarakat Babel mendukung pembangunan PLTN iu

Sementara itu, mantan presiden RI ketiga BJ Habibie yang sempat berkunjung ke Babel baru-baru ini juga menilai provinsi kepulauan itu cocok menjadi lokasi pembangunan PLTN.

"Apalagi saya dengar Babel daerah bebas dari bencana gempa bumi, namun demikian pendirian PLTN harus melalui penelitian yang lebih mendalam," kata BJ Habibie.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010