Sulbar Kekurangan Tenaga Teknis Mediator Ketenagakerjaan
Rabu, 10 Maret 2010 01:10 WIB | 1658 Views
Mamuju (ANTARA News) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui masih
kekurangan tenaga teknis mediator ketenagakerjaan yang ada di wilayah
itu.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans
Sulbar, Armon, usai mengikuti pelaksanaan Rapat Koordinasi dan
penyusunan program tahun 2011 di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, kurangnya mediator di bidang ketenagakerjaan ini
berimplikasi terhadap buruknya masalah tenaga kerja karena kurangnya
sosialisasi di masyarakat dan perusahaan pemberi kerja.
"Tanpa ada tenaga teknis mediator ketenagakerjaan, maka niscaya
persoalan tenaga kerja di Sulbar akan tetap semrawut," ungkapnya.
Disnakertrans Sulbar pada tahun anggaran 2011, katanya, akan
mengusulkan ke pusat agar memberi kesempatan terhadap calon tenaga
tekhnis ketenagakerjaan untuk mengikuti Pusat Pendidikan dan Latihan
(Pusdiklat) di Jakarta.
"Kami berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja dan
Transmigrasi agar memberikan kesempatan kepada calon tenaga teknis
untuk mengikuti Pusdiklat untuk memenuhi kurangnya tenaga teknis
sebagai mediator tenaga kerja yang ada di Sulbar," pintanya.
Ia mengatakan, kabupaten Mamasa, Majene, Mamuju Utara dan Majene belum
memiliki tenaga teknis mediator ketenagakerjaan yang profesional di
bidangnya, sehingga dipandang perlu untuk segera mendorong calon
mediator tersebut diikutkan dalam Pusdiklat ketenagakerjaan.
Kerja sama antara Disnakertrans dan Pusdiklat, kata dia, akan
dimasukkan dalam penyusunan program tahun depan, sehingga daerah ini
kelak juga memiliki tenaga teknis mediator ketenagakerjaan.
"Tahun depan kami akan mencoba mengusulkan minimal dua orang yang akan
kita kirim untuk mengikuti Pusdiklat di Jakarta," kata dia. (ACO/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com