Baubau, Sultra (ANTARA News) - Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sering terjadi di sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) diharapkan dapat teratasi, menyusul dibangunnya Terminal Pelayanan BBM di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gubernur Sultra, Nur Alam ketika meninjau proyek pembangunan Terminal Pelayanan BBM untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) di Kota Baubau, Rabu mengatakan, kehadiran proyek pembangunan terminal pelayanan BBM tersebut diharapkan segera mengatasi terjadinya kelangkaan BBM di KTI.

Menurut Nur Alam, terminal pelayanan BBM ini dapat memudahkan proses distribusi bahan bakar minyak yang selama ini sering dirasakan oleh masyarakat, terutama keterlambatan pasokan dari daerah kilang minyak.

"Kehadiran terminal BBM ini juga dapat mengurangi biaya distribusi yang cukup tinggi yang dikeluarkan oleh PT. Pertamina, " ujarnya.

Gubernur menyatakan, Pemerintah Provinsi Sultra sangat mendukung adanya terminal pelayanan BBM ini, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sultra dan Pemerintah Kota Baubau telah menyediakan lokasi untuk pembagunan terminal transit suplai BBM di KTI itu.

"Kami sangat mendukung pembangunan terminal BBM ini dengan memberikan segala kemudahan dalam hal pelayanan urusan administrasi dan penyediaan lokasinya, begitu pula kalau ada permasalahan yang menghambat pengerjaan proyek tersebut, pemerintah daerah ini akan mencarikan solusi terbaik," katanya.

Nur Alam berjanji apabila pengerjaan proyek pembangunan terminal pelayanan BBM selesai yang diperkirakan akhir tahun 2010, Pemprov Sultra mengupayakan untuk mengundang Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono untuk meresmikannya karena menurut gubernur, proyek pembangunan terminal tersebut berskala nasional.

Pengerjaan proyek pembangunan terminal pelayanan BBM oleh PT Krakatau Engineering Cilegon-Jakarta pada lahan seluas 22 hektar itu kini telah mencapai 60 Persen, di antaranya pengerjaan water PAM dan delapan buah tangki penyimpanan BBM masing-masing berkapasitas 10 sampai 15 ribu kilo liter untuk jenis solar, premium dan minyak tanah. (A056/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar