Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) diminta segera mengeluarkan kebijakan perumahan sesuai keinginan pasar agar jangan sampai kehilangan momentum.

"Seharusnya sudah ada kebijakan yang dikeluarkan jangan sampai kehilangan momentum mengingat iklim ekonomi saat ini terus membaik," kata pengamat properti, Panangian Simanungkalit di Jakarta, Sabtu.

Panangian mengatakan, indikator tingkat bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terus turun menunjukkan daya beli masyarakat membeli rumah semakin besar.

Menpera juga diminta tidak mengeluarkan usulan-usulan yang membingungkan pasar sementara belum dituangkan ke dalam bentuk kebijakan, ujarnya.

Panangian mengatakan, Menpera seharusnya mengeluarkan kebijakan yang mendukung Kebijakan perumahan sebelumnya sehingga tidak seolah-olah ganti pemerintah ganti kebijakan.

Pemerintah seharusnya segera memperbaiki kebijakan perumahan belum sempurna seperti program 1000 Menara Rusunami, ujarnya.

Dalam program 1000 Rusunami, dari 40.000 unit yang sudah masuk pasar yang mendapatkan persetujuan hanya 70 unit berarti sisanya bukan masyarakat yang menjadi sasaran, paparnya.

Namun Menpera justru mengeluarkan kebijakan fasilitas likuiditas kredit yang belum jelas keberhasilannya sehingga sempat membuat ketidakpastian, kata Panangian.

Keadaan ini akhirnya membuat pengembang menjual apartemen di atas harga subsidi (Rp144 juta per unit) karena ternyata pasarnya masih ada, sehingga masyarakat sasaran justru semakin tidak mendapat hunian, ujarnya.

Pengembang tidak ingin unit yang sudah dibangun tidak laku sehingga mereka melepas ke pasar tidak lagi terikat kepada pasar subsidi karena tidak ada kejelasan dari pemerintah, jelasnya.

Panangian mengatakan, kalau melihat BI Rate tahunan yang diterbitkan Bank Indonesia cenderung turun ketimbang tahun 2008 ke belakang masih sekitar 8,75 persen, bandingkan tahun 2009 6,5 persen, serta tidak tertutup 6,75 persen.

Menpera seharusnya mempersiapkan pencapaian target rumah untuk menutup kebutuhan rumah yang diperkirakan 1 juta rumah sementara kemampuan produksi rumah hanya 100 ribu unit. (G001/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar