Seorang petugas menghitung mata uang dolar Amerika di salah satu tempat penukaran valuta asing di Jakarta, Selasa (20/10). (ANTARA/Puspa Perwitasari/&)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar Farial Anwar yakin rupiah bisa menembus level Rp9.000 per dolar AS, karena pelaku asing kian aktif menginvestasikan dananya di pasar domestik sejak Februari sampai hari ini yang telah mencapai lebih dari Rp2 triliun.

"Kami optimis rupiah akan dapat mencapai angka di bawah Rp9.000 per dolar," kata Direktur Currency Management Group ini di Jakarta, Senin, seraya menyebut itu tinggal menunggu waktu saja.

Ia mengatakan, apresiasi rupiah itu wajar karena selimut berbagai sentimen positif, seperti Wall Street yang terus "rally" sehingga memicu asing membeli saham di pasar modal Indonesia sehingga IHSG melonjak mendekati 2.700 poin.

Farial yakin, rupiah akan lama diselimuti faktor positif, selain indikator makroekonomi Indonesia yang semakin baik juga masuknya modal asing itu.

Rupiah, katany, pernah mencapai Rp6.500 per dolar AS sewaktu pemerintah Megawati namun kemudian terpuruk di atas Rp9.000 per dolar.

"Oleh karena itu kenaikan rupiah hingga di bawah angka Rp9.000 per dolar tidak perlu dikhawatirkan," katanya.

Menurut Farial Anwar, pelaku asing menilai Indonesia potensial bagi penempatan investasi selain suku bunga acuan (BI-Rate) yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus meningkat sehingga investor melihat keuntungan lebih tinggi ketimbang pasar lainnya. (*)

H-CS/S004/AR09

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar