Tahanan Dikeroyok Tahanan Lain
Kamis, 18 Maret 2010 19:22 WIB | 999 Views
Cirebon (ANTARA News) - Seorang tahanan dikeroyok oleh beberapa
tahanan lain menjelang saat makan pagi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Cirebon, Jawa Barat, Kamis.
Dari informasi yang dihimpun, korban Toton Robianto dianiaya ketika tengah menunggu jatah makan pagi. Beberapa saat setelah petugas mengantar makan pagi, beberapa tahanan lain masuk dan mengeroyok korban sembari mengaluarkan kata-kata kasar.
Para pelaku secara tiba-tiba menganiaya korban
yang tidak melakukan perlawanan. Pengeroyokan baru terhenti setelah beberapa petugas lain datang dan
melerai.
Akibat kejadian itu, korban babak belur di
bagian wajah dan pinggang akibat dipukuli dan ditendang para pelaku.
Kepala Rutan Cirebon, Zaenal Arifin, ketika
dikonfirmasi membenarkan telah terjadi penganiayaan oleh beberapa
tahanan terhadap tahanan lainnya.
Menurutnya, pelaku penganiayaan hanya dua
orang. "Pelakunya yakni Martin dan Sambeng, keduanya penghuni kamar 12 dan 13, untuk sementara kabarnya kedua pelaku ini mau minta uang Rp 20 ribu," katanya.
Dewi Korani, istri korban Toton mengaku tidak terima
dengan apa yang dialami suaminya.
Ia juga merasa telah "dipimpong" oleh petugas Rutan ketika dia
bersama dengan anggota keluarganya hendak meminta penjelasan mengenai kejadian itu.
"Bagaimana tidak `dipingpong,` waktu kami ketemu Ka Rutan beliau bilang
tanyakan ke petugas bagian jaga saja dan begitu kami datang petugas
jaga, mereka pun tak banyak memberikan keterangan," katanya.
Karena kesal dengan perlakuan tersebut, pihak keluarga yang juga didampingi penasehat hukumnya, Agus Prayoga, lalu berinisitif
melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.
Bahkan pihaknya sengaja mendatangkan seorang dokter dari luar untuk
memeriksa luka suaminya guna membuat visum.
"Kasus penganiayaannya kami sudah buat laporan ke polisi. Dan karena
kami mempertanyakan soal pengawasan dan pengamanan dalam Rutan, kami
pun akan mengadukannya ke Menteri Hukum dan HAM, dan meminta dilakukan
tindakan tegas jika kemudian terdapat kelalaian dalam pengawasan,"
katanya.
(ANT/S026)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com