London (ANTARA News/AFP) - Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyuarakan "keprihatinan berar", Jumat, atas pembangunan permukiman Israel di Yerusalem timur. Ia mengatakan bahwa hal itu harus dihentikan karena merupakan penghalang perundingan perdamaian.

"Saya kira apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir sangat memprihatinkan," kata Brown kepada wartawan setelah pengumuman pembangunan 1.600 rumah baru di Yerusalem timur yang membawa AS-Israel dalam hubungan terburuk mereka beberapa tahun terakhir.

"Saya ingin menekankan arti pentingnya menghentikan program pemukiman jika ini menjadi penghalang untuk perundingan lebih lanjut yang dilakukan antara Palestina dan Israel."

Palestina telah menolak untuk kembali ke perundingan langsung hingga Israel membekukan seluruh aktivitas pembangunan pemukiman di kawasan Tepi Barat yang dikuasai, termasuk Yerusalem timur yang mayoritas Arab.

Kuartet Timur Tengah melakukan perundingan di Moskow, Jumat, yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dan Kepala Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton.

Brown menekankan "dukungannya" untuk Israel, namun mengatakan bahwa masyarakat internasional "harus berpikir hati-hati" dalam beberapa pekan mendatang mengenai cara untuk mencegah rusaknya perundingan perdamaian.

Palestina menginginkan Yerusalem timur, yang diduduki dan dikuasai oleh Israel setelah perang 1967, menjadi ibukota negara mereka di masa depan.

(Uu.G003/R009)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar